Beirut, Purna Warta – Menurut laporan harian surat kabar Al-Akhbar Lebanon, Avand Aziz Agha, juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi, dalam konferensi pers mingguan di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa memperingatkan bahwa karena tidak adanya akses segera dan berbagai pembatasan yang diterapkan terhadap wilayah tersebut, bantuan kemanusiaan vital untuk penyediaan hunian darurat tidak tersalurkan secara memadai kepada warga Palestina di Jalur Gaza.
Baca juga: Peneliti Inggris: Israel Sedang Menuju Keruntuhan
Agha menambahkan, “Sebagaimana terlihat dari kondisi cuaca dalam beberapa hari dan pekan terakhir, dengan curah hujan yang tinggi, kebutuhan akan tempat tinggal darurat yang berkualitas tinggi kini menjadi lebih mendesak dari sebelumnya.”
Sementara itu, Tarik Jasarevic, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menekankan bahwa warga Gaza tidak hanya membutuhkan perlindungan dari kondisi cuaca dingin, tetapi juga perbaikan kondisi kehidupan secara menyeluruh guna menjamin akses terhadap air bersih dan sanitasi.
Rezim Zionis Israel terus menghalangi masuknya jumlah yang memadai makanan, obat-obatan, dan peralatan medis ke Jalur Gaza, di mana sekitar 2,4 juta warga Palestina hidup dalam kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.
Setelah perang genosida di Gaza oleh pasukan pendudukan yang mengakibatkan lebih dari 70.000 warga Palestina gugur sebagai syahid dan lebih dari 171.000 orang terluka, kini ribuan tenda pengungsi terendam banjir, sementara bangunan-bangunan rapuh yang dijadikan tempat berlindung menghadapi risiko runtuh. Oleh karena itu, peringatan mengenai situasi ini terus meningkat.


