Al-Quds, Purna Warta – Pasukan Israel dilaporkan menangkap dan membawa delapan warga Palestina dari desa Ad-Deqaiqa, kawasan Masafer Yatta, sebelah selatan Hebron, setelah terjadi serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel, menurut kantor berita Palestina WAFA.
Aktivis antikolonisasi Osama Makhamreh mengatakan bahwa kedelapan warga Palestina yang ditangkap adalah Nasser Ahmad Nasser al-Najadeh, Abdul Rahman Mohammad al-Najadeh, Suleiman Mahmoud Kaabneh, Mohammad Suleiman al-Najadeh, Yousef Ahmad Mohammad Kaabneh, Mohammad Raad Amer, Odeh Salem al-Najadeh, dan putranya, Salem.
Menurut Makhamreh, penangkapan tersebut terjadi setelah para pemukim Israel menyerang warga Palestina dan berupaya mengambil ternak milik mereka.
Sebelumnya, para pemukim memutus saluran air utama desa, sehingga sekitar 700 warga kehilangan akses terhadap air.
Dalam insiden terpisah, para pemukim juga menyerang rumah Khairy Abu Tuffah di Khallet al-Hummus, sebelah selatan Yatta. Mereka menyerang anggota keluarganya serta sejumlah aktivis solidaritas asing yang berada di lokasi.
Pada Sabtu malam, sejumlah warga Palestina mengalami sesak napas setelah para pemukim Israel menyerang mereka dengan semprotan merica di dekat pintu masuk Desa al-Mughayyir, sebelah timur laut Ramallah. Demikian disampaikan Kepala Dewan Desa al-Mughayyir, Amin Abu Alia.
Para pemukim juga menyerang dan merusak sebuah ambulans milik Dewan Desa al-Mughayyir ketika kendaraan tersebut sedang menuju lokasi untuk memberikan bantuan medis kepada warga Palestina yang terluka.
Sekitar 750.000 pemukim Israel disebut tinggal di 141 permukiman dan 224 pos permukiman yang tidak mendapat otorisasi di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk sekitar 250.000 orang di al-Quds Timur yang diduduki.
Sejak Oktober 2023, Tepi Barat yang diduduki mengalami peningkatan serangan yang melibatkan pasukan Israel dan para pemukim. Serangkaian serangan tersebut, menurut laporan tersebut, telah menyebabkan ribuan warga Palestina tewas dan ditangkap.


