Al-Quds, Purna Warta – Pasukan Israel menculik seorang akademisi Palestina dalam penggerebekan tengah malam di kota al-Khalil (Hebron), bagian selatan Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan media Palestina.
Kantor berita Palestina WAFA melaporkan pada Minggu bahwa pasukan Israel menyerbu kota tersebut, menggerebek dan menggeledah rumah Bilal Al-Shobaki, kemudian menculiknya setelah melakukan kekerasan terhadap dirinya selama operasi tersebut.
Al-Shobaki merupakan analis politik dan menjabat sebagai Ketua Departemen Ilmu Politik di Hebron University.
Pasukan Israel menculik tiga bersaudara
Dalam penggerebekan lain pada Minggu pagi di desa Qira, Provinsi Salfit di Tepi Barat bagian tengah, pasukan Israel juga menculik tiga orang bersaudara.
WAFA, mengutip sumber-sumber lokal, melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu desa tersebut, menggerebek rumah keluarga Bakr, dan melakukan penggeledahan yang berlangsung lebih dari dua jam.
Setelah penggerebekan itu, pasukan Israel menculik tiga bersaudara, yaitu Udai, Saddam, dan Hasan Adel Bakr.
Selama operasi tersebut, tentara Israel menyebabkan kerusakan dan penghancuran yang luas di dalam rumah mereka.
Pemukim menyerang kendaraan warga Palestina
Selain itu, para pemukim Israel menyerang kendaraan-kendaraan Palestina pada Minggu dini hari di selatan Bethlehem. Menurut WAFA yang mengutip sumber keamanan Palestina dan sumber lokal, insiden itu menimbulkan kepanikan di kalangan penumpang.
Sekelompok pemukim berkumpul di persimpangan menuju permukiman Efrat, yang dibangun di atas tanah Palestina, lalu memblokade jalan utama dan melempari kendaraan yang melintas dengan batu, sehingga menimbulkan kepanikan di antara para pengendara.
Pada Sabtu sebelumnya, para pemukim juga menyerang seorang pria Palestina, putranya, serta dua perempuan ketika mereka berada di lahan milik mereka di kota Al-Khader.
PBB: Kekerasan dan penggusuran terus meningkat
United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) dalam laporan tertanggal 25 Mei menyatakan bahwa serangan militer Israel, penghancuran bangunan, dan kekerasan oleh pemukim di Tepi Barat yang diduduki terus menyebabkan pengungsian massal serta kerusakan luas terhadap properti sipil.
Dalam pembaruan bulan Juni, OCHA mendokumentasikan lebih dari 950 insiden terkait pemukim di lebih dari 230 komunitas Palestina, yang mengakibatkan korban luka-luka, kehilangan tempat tinggal, serta kerusakan pada lahan pertanian dan infrastruktur air.
Lembaga tersebut juga menyoroti penggerebekan militer Israel yang berulang serta pembatasan pergerakan yang semakin memecah komunitas-komunitas Palestina dan secara serius membatasi akses mereka terhadap layanan dasar.
Menurut data resmi Palestina, sejak 7 Oktober 2023, ketika Israel melancarkan perang di Gaza, pasukan Israel dan para pemukim telah menewaskan sedikitnya 1.155 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, melukai sekitar 11.750 orang, dan menculik sekitar 22.000 orang.


