Para Pembela Palestina Puji Wali Kota New York Mamdani atas Pencabutan Dekret Pro-Israel

Mamdani

New York, Purna Warta – Wali Kota New York Zohran Mamdani mendapat pujian dari para pembela Palestina setelah mencabut dekret-dekret pro-Israel yang melarang aktivitas kelompok advokasi pro-Palestina.

Dalam hitungan jam setelah upacara pelantikannya pada Rabu, menjelang tengah malam, di hari pertamanya menjabat pada Kamis, Mamdani membatalkan seluruh perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh pendahulunya, Eric Adams, setelah 26 September 2024—hari ketika Adams didakwa atas tuduhan suap dan penerimaan sumbangan kampanye ilegal dari sumber asing.

Adams menandatangani dekret-dekret pro-Israel tersebut kurang dari sebulan lalu dan langkah itu dipandang sebagai upaya untuk menciptakan hambatan bagi Mamdani, yang berusia 34 tahun, sebelum ia resmi menjabat.

Adams juga didakwa atas sejumlah kejahatan lain, termasuk konspirasi, penipuan elektronik (wire fraud), dan suap. Mantan perwira polisi yang berusia 64 tahun dan berafiliasi dengan Partai Demokrat itu dituduh memberikan berbagai kemudahan kepada pengusaha asing sebagai imbalan atas perjalanan mewah dan fasilitas maskapai penerbangan.

Ketua cabang New York dari Council on American-Islamic Relations (CAIR), Afaf Nasher, memuji Wali Kota Mamdani atas pencabutan dekret yang membatasi hak warga New York untuk mengkritik, memboikot, serta menggelar aksi unjuk rasa, termasuk mengkritik rezim Israel atas praktik rasisme dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina, serta perang genosida di Jalur Gaza.

Penulis Palestina-Amerika, YL Al-Sheikh, juga mengapresiasi langkah Mamdani dalam membatalkan dekret-dekret pro-Israel yang dikeluarkan Adams.

“Saya pikir sangat luar biasa bahwa Wali Kota Mamdani mengambil langkah pada hari pertama untuk menegaskan kembali hak kita atas kebebasan berpendapat, termasuk hak untuk mengkritik dan menentang apartheid serta genosida Israel,” kata Al-Sheikh.

Ia menilai bahwa dekret-dekret yang disahkan Adams “bukan tentang memerangi antisemitisme, melainkan tentang membungkam perbedaan pendapat, dan ini seharusnya ditentang oleh seluruh warga Amerika.”

Nasreen Issa, anggota Palestine Youth Movement – NYC, mengatakan, “Penolakan Mamdani terhadap kebijakan ini merupakan langkah positif menuju perlindungan hak-hak warga New York dan martabat rakyat Palestina.”

Wali Kota Mamdani tercatat sebagai wali kota Muslim pertama New York, wali kota pertama berdarah Asia Selatan, wali kota pertama yang lahir di Afrika, serta wali kota pertama yang mengucapkan sumpah jabatan menggunakan kitab suci Islam, Al-Qur’an.

Upacara pelantikan tersebut digelar pada Rabu, sesaat sebelum dimulainya Tahun Baru 2026, di stasiun bawah tanah Balai Kota yang sudah tidak beroperasi, di bawah kawasan Lower Manhattan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *