Tiongkok Mengatakan ‘Narasi yang Dibuat-buat’ Tidak Dapat Membenarkan Sanksi AS terhadap Kuba

Beijing, Purna Warta – Tiongkok pada hari Kamis mengkritik sanksi Amerika Serikat terhadap Kuba, dengan mengatakan “narasi yang dibuat-buat dan fitnah” tidak dapat membenarkan embargo yang telah lama dilakukan Washington dan tindakan hukuman lainnya terhadap negara kepulauan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mengatakan sanksi dan blokade AS telah “menimbulkan malapetaka pada perekonomian dan mata pencaharian masyarakat Kuba” dan menyebabkan penderitaan bagi rakyat Kuba, sekaligus menuai tentangan luas dari komunitas internasional, Anadolu Agency melaporkan.

Komentarnya muncul setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menuduh Kuba mensponsori terorisme dan mendukung kelompok militan sayap kiri di belahan bumi barat.

Rubio baru-baru ini mengatakan bahwa “hampir setiap kelompok teroris sayap kiri, radikal, dan penuh kekerasan di Belahan Barat pada suatu saat mengandalkan dukungan dari Kuba.” Ia juga berpendapat bahwa Kuba memerlukan “reformasi yang sistemis dan serius” untuk menghindari menjadi negara gagal yang menjadi ancaman bagi Amerika Serikat.

Menanggapi pernyataan tersebut, Mao mengatakan Tiongkok dengan tegas mendukung Kuba dalam menjaga kedaulatan dan keamanannya serta menolak campur tangan eksternal.

“AS harus memperhatikan seruan komunitas internasional untuk segera menghentikan blokade, sanksi, pemaksaan, dan tekanan terhadap Kuba,” katanya.

Kuba menghadapi kekurangan bahan bakar yang parah dan pemadaman listrik yang meluas dalam beberapa bulan terakhir menyusul pembatasan yang lebih ketat dari AS, termasuk embargo minyak yang diberlakukan pada bulan Januari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *