New York, Purna Warta – Organisasi yang bermarkas utama di New York ini, dengan sekitar 120.000 anggota—sebagian besar berasal dari komunitas Yahudi Amerika—sebelum dimulainya serangan brutal rezim Zionis ke Gaza pada Oktober 2023, setiap tahunnya menghimpun lebih dari 100 juta dolar AS dalam bentuk bantuan keuangan. Namun, seiring meningkatnya kejahatan rezim tersebut, jumlah bantuan tahunan yang dikumpulkan melonjak tajam hingga mencapai lebih dari 285 juta dolar AS per tahun.
Dukungan Finansial Luas untuk Melanjutkan Perang Genosida di Gaza
Organisasi FIDF, yang didirikan pada 1981 dan memiliki 25 kantor aktif di Amerika Serikat, secara langsung menyalurkan sumber dananya untuk mendukung militer pendudukan rezim Zionis. Dukungan tersebut mencakup pemberian beasiswa pendidikan kepada personel militer, bantuan bagi tentara yang terluka, pembangunan fasilitas kesejahteraan, pengiriman peralatan, hingga penyediaan makanan segar bagi pasukan pendudukan dan keluarga mereka.
Menurut laporan jaringan berita Al-Alam, hingga 2025 organisasi ini telah memberikan beasiswa kepada sekitar 341.000 tentara Zionis. Nilai setiap beasiswa dilaporkan mencapai 4.000 dolar AS per tahun, dengan biaya pendidikan setiap mahasiswa militer Zionis ditanggung oleh seorang donatur asal Amerika Serikat.
Acara Penggalangan Dana dengan Kehadiran Tokoh-Tokoh Terkemuka Amerika
Organisasi ini setiap tahun menyelenggarakan berbagai acara penggalangan dana yang dihadiri oleh tokoh-tokoh ternama di bidang ekonomi, seni, dan politik Amerika Serikat, termasuk sejumlah selebritas Hollywood.
Dalam beberapa acara tersebut, puluhan juta dolar AS berhasil dihimpun hanya dalam satu malam. Sebagai contoh, pada 2016 sekitar 24 juta dolar AS dan pada 2018 sekitar 32 juta dolar AS berhasil dikumpulkan dari rangkaian acara tahunan tersebut.
Patut dicatat bahwa pada 2023, total bantuan yang dihimpun oleh organisasi ini mencapai lebih dari 280 juta dolar AS.
Hubungan Erat Dewan Pengurus FIDF dengan Pejabat Rezim Zionis
Berdasarkan laporan surat kabar daring Rai al-Youm yang terbit di London, organisasi FIDF merupakan salah satu lembaga terkaya dan paling berpengaruh di kalangan komunitas Yahudi Amerika. Sejumlah anggota dewan pengurusnya, termasuk Haim Saban dan Nelly Fellig, dikenal memiliki kedekatan dengan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis.
Selain itu, dalam berbagai acara penggalangan dana organisasi ini, kerap hadir para komandan militer pendudukan rezim Zionis, duta besar rezim tersebut untuk Washington, konsul jenderalnya di New York, serta atase militer “Israel”.
Berlanjutnya Kejahatan Rezim Zionis dengan Dukungan Finansial Langsung dari Amerika
Sementara organisasi FIDF terus melanjutkan penggalangan dana dengan dalih mendukung tentara Zionis yang disebut telah “memberikan layanan militer efektif selama perang genosida di Gaza”, serangan militer rezim Zionis terhadap Jalur Gaza hingga kini telah menewaskan dan melukai puluhan ribu orang serta menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi Gaza mencapai puluhan miliar dolar AS. Sementara itu, berbagai lembaga hak asasi manusia berulang kali memperingatkan bahaya dukungan finansial asing terhadap militer pendudukan rezim Zionis, yang berkontribusi pada berlanjutnya genosida dan semakin parahnya krisis kemanusiaan di wilayah pendudukan Palestina.
Organisasi Amerika yang dikenal sebagai “Friends of the Israeli Defense Forces” (FIDF), melalui dukungan finansial besarnya terhadap militer rezim Zionis, dinilai memiliki peran langsung dalam kelanjutan kejahatan rezim tersebut di Gaza dan wilayah pendudukan Palestina lainnya.


