Netanyahu Tegaskan Israel Akan Tetap Bertahan di Lebanon Selatan

Tinggal

Al-Quds, Purna Warta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan terus mempertahankan kehadiran militernya di kawasan yang disebutnya sebagai “sabuk keamanan” di Lebanon selatan.

Netanyahu kembali menyatakan bahwa apabila Israel tidak mengambil tindakan, Iran akan memperoleh senjata nuklir. Ia juga mengatakan bahwa perang belum berakhir dan masih terdapat tantangan baru yang harus dihadapi.

Sebagaimana dilaporkan IRNA yang mengutip Al Jazeera, Netanyahu mengklaim bahwa pemerintahan Iran telah menerima pukulan berat. Ia menegaskan bahwa kebijakan Tel Aviv tetap tidak berubah, yaitu Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, baik melalui jalur perjanjian maupun tanpa adanya perjanjian.

Pernyataan Netanyahu disampaikan hanya beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Israel tidak meminta izin kepada pihak mana pun untuk memasuki Lebanon dan juga tidak memerlukan izin untuk tetap berada di negara tersebut.

Katz menambahkan bahwa Israel akan tetap berada di kawasan yang disebut sebagai “zona keamanan” di Lebanon dan dari wilayah tersebut akan berupaya melucuti persenjataan Hizbullah di seluruh Lebanon.

Pernyataan para pejabat Israel tersebut muncul ketika Presiden Lebanon Joseph Aoun, dalam pertemuannya dengan Duta Besar Amerika Serikat di Beirut, Michel Issa, menyerukan penghentian pemboman, peledakan, penghancuran bangunan, dan kegiatan penggalian tanah yang dilakukan Israel di kota-kota yang masih didudukinya di Lebanon selatan.

Israel masih mempertahankan kehadiran militernya di sejumlah titik strategis di Lebanon selatan meskipun telah diberlakukan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. Pemerintah Israel menyatakan bahwa pasukannya akan tetap berada di wilayah tersebut selama masih terdapat ancaman keamanan dari Hizbullah dan hingga mekanisme keamanan di sepanjang perbatasan dinilai efektif untuk mencegah serangan lintas batas.

Sebaliknya, pemerintah Lebanon menegaskan bahwa seluruh pasukan Israel harus ditarik sepenuhnya dari wilayah Lebanon sesuai ketentuan gencatan senjata dan Resolusi 1701 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Beirut menilai keberlanjutan kehadiran militer Israel merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon dan berulang kali meminta dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta negara-negara mediator untuk menekan Israel agar mematuhi kesepakatan yang telah dicapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *