Militer Israel mengakui pasukannya menembaki kendaraan yang membawa Hind Rajab

Hind

Al-Quds, Purna Warta – Hind Rajab tewas setelah kendaraan yang membawa keluarganya menjadi sasaran tembakan hebat Israel di Gaza utara pada tahun 2024.

Militer Israel mengakui bahwa pasukannya menembaki sebuah kendaraan yang membawa Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia lima tahun, di Gaza pada Januari 2024.

Militer Israel menyampaikan pengakuan tersebut dalam sebuah pernyataan pada Rabu, setelah sebelumnya berulang kali menyangkal bahwa pasukannya bahkan berada di wilayah tersebut ketika insiden terjadi.

Hind tewas setelah kendaraan yang membawa keluarganya dihujani tembakan ketika mereka berusaha melarikan diri dari Gaza City di tengah serangan dan pergerakan militer Israel di Gaza utara, dalam perang Israel di wilayah pesisir tersebut yang dimulai pada Oktober 2023.

Kasus Hind kemudian menjadi perhatian internasional setelah ia melakukan panggilan darurat selama berjam-jam kepada Bulan Sabit Merah Palestina pada 29 Januari 2024.

Jenazahnya ditemukan beberapa hari kemudian di dalam kendaraan yang dipenuhi bekas peluru, bersama enam anggota keluarganya. Dua paramedis Bulan Sabit Merah Palestina yang dikirim untuk menyelamatkannya juga tewas.

Dalam pernyataan pada Rabu, militer Israel mengklaim bahwa pasukannya menembaki kendaraan tersebut karena kendaraan itu “mendekati mereka ketika bergerak berlawanan dengan peringatan sebelumnya” yang telah diberikan kepada warga di wilayah tersebut.

“Akibat tembakan tersebut, lima penumpang kendaraan tewas, sementara dua orang selamat: Hind Rajab dan sepupunya, Layan Hamada,” kata pernyataan itu.

Pernyataan tersebut kemudian menggambarkan secara singkat serangan berikutnya yang menargetkan ambulans yang telah tiba di lokasi untuk menyelamatkan para korban.

“Setelah ambulans tiba di lokasi kejadian, sebuah proyektil ditembakkan ke arahnya, yang mengakibatkan dua paramedis yang berada di dalamnya tewas,” tambah pernyataan tersebut.

Kematian Hind menimbulkan kemarahan internasional dan seruan untuk melakukan penyelidikan independen mengenai keadaan yang menyebabkan kematiannya.

Rekaman panggilan daruratnya kemudian dimasukkan ke dalam film “The Voice of Hind Rajab”, yang mendapat nominasi Oscar dan kembali menarik perhatian internasional terhadap kasus tersebut.

Hind Rajab Foundation menolak “penyelidikan” Israel

Hind Rajab Foundation, sebuah organisasi hukum yang berbasis di Brussel dan menangani kasus-kasus terkait dugaan pelanggaran Israel di Gaza, menolak klaim militer Israel bahwa pihaknya akan “menyelidiki” insiden tersebut.

Organisasi tersebut mengatakan bahwa mereka “tidak memiliki kepercayaan” terhadap penyelidikan semacam itu.

“Penyelidikan yang dilaporkan ini, bahkan jika benar-benar dilakukan, tidak boleh dianggap sebagai langkah nyata menuju keadilan,” kata yayasan tersebut.

Mereka berpendapat bahwa penyelidikan internal Israel “secara fundamental bermasalah dan tidak dapat dianggap sebagai mekanisme pertanggungjawaban yang kredibel.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *