Menteri Pertahanan Israel Ancam Akan Terus Menduduki Wilayah Lebanon

Menteri Israel

Al-Quds, Purna Warta – Menteri Pertahanan Israel menegaskan bahwa negaranya tidak akan menarik pasukan dari wilayah Lebanon selatan, bahkan jika Amerika Serikat meminta hal tersebut.

Israel Katz menyatakan hari ini bahwa Israel tidak akan pernah mundur dari Lebanon selatan meskipun ada permintaan dari Washington.

Meski gencatan senjata telah diumumkan di Lebanon, Katz menambahkan bahwa tidak ada pembatasan terhadap operasi militer Israel di wilayah tersebut. Ia mengatakan bahwa seluruh capaian militer yang diperoleh sejauh ini akan tetap dipertahankan dan pasukan Israel masih ditempatkan di zona keamanan yang membentang di sepanjang “Garis Kuning” (Yellow Line), yang menjadi salah satu garis pemisah di kawasan perbatasan.

Menurut laporan tersebut, sejak pengumuman gencatan senjata yang bertepatan dengan berlangsungnya perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss serta penandatanganan nota kesepahaman di antara keduanya, serangan militer Israel di Lebanon selatan masih terus berlanjut. Dalam salah satu serangan terbaru yang dilaporkan, dua orang tewas dan satu lainnya mengalami luka-luka.

Pelanggaran Kedaulatan Negara

Wilayah Lebanon selatan selama puluhan tahun menjadi salah satu titik konflik utama antara Israel dan Hizbullah. Sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023, bentrokan lintas perbatasan antara kedua pihak meningkat secara signifikan, menyebabkan kerusakan luas pada desa-desa perbatasan serta memaksa puluhan ribu warga di kedua sisi perbatasan mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Israel berulang kali menyatakan bahwa keberadaan pasukan dan infrastruktur Hizbullah di dekat perbatasan merupakan ancaman keamanan yang tidak dapat diterima. Sebaliknya, pemerintah Lebanon dan Hizbullah menilai kehadiran pasukan Israel di wilayah Lebanon sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.

Komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, secara berkala menyerukan penghormatan terhadap resolusi-resolusi Dewan Keamanan yang mengatur penghentian permusuhan dan penarikan pasukan dari wilayah yang disengketakan. Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan, yaitu UNIFIL, juga terus memantau situasi keamanan di kawasan tersebut.

Pernyataan Israel Katz bahwa Israel tidak akan mundur dari Lebanon selatan berpotensi mempersulit upaya diplomatik untuk menjaga stabilitas pascagencatan senjata. Pengamat menilai bahwa keberlanjutan kehadiran militer Israel di wilayah yang disengketakan dapat meningkatkan ketegangan dengan Hizbullah dan memperbesar risiko terjadinya kembali konfrontasi berskala luas di perbatasan Israel-Lebanon.

Selain isu Lebanon, status wilayah-wilayah yang diduduki Israel, termasuk Dataran Tinggi Golan dan wilayah Palestina, tetap menjadi salah satu isu paling sensitif dalam politik Timur Tengah. Berbagai resolusi internasional telah menyerukan penyelesaian melalui negosiasi, namun hingga kini belum tercapai kesepakatan final yang diterima semua pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *