Al-Quds, Purna Warta – Sebuah media Israel mengungkap bahwa Israel tengah berupaya membentuk kelompok milisi lokal yang akan digunakan untuk mengelola dan mengendalikan Jalur Gaza.
Channel 12 Israel dalam laporan eksklusif yang disiarkan Selasa mengungkap bahwa rencana yang dikaitkan dengan apa yang disebut “Dewan Perdamaian” serta pengerahan pasukan multinasional di Gaza tidak akan terlaksana sebelum Oktober. Bahkan, pasukan tersebut kemungkinan baru akan memasuki Gaza setelah pemilu Israel. Pada saat yang sama, Uni Emirat Arab disebut tengah mempersiapkan pembangunan kawasan permukiman baru di sebelah timur Rafah.
Di tengah keterlambatan tersebut, Shin Bet, badan keamanan dalam negeri Israel, disebut sedang secara intensif mempersiapkan dan melatih pasukan paramiliter lokal yang akan bertugas sebagai kekuatan lokal untuk mengambil alih kendali atas sejumlah wilayah di Jalur Gaza.
Menurut laporan Channel 12, meskipun operasi militer Israel di Gaza secara resmi disebut telah dihentikan, rencana 15 poin yang dimaksudkan untuk menjadi kerangka tahap berikutnya masih jauh dari pelaksanaan.
Channel 12 melaporkan pada Selasa pagi bahwa pasukan multinasional tidak akan mulai memasuki Jalur Gaza sebelum Oktober dan bahkan kemungkinan baru dikerahkan setelah pemilu Israel. Pada saat yang sama, Shin Bet disebut sedang melatih kelompok-kelompok bersenjata lokal yang sebelumnya gagal menunjukkan kemampuan sebagai kekuatan paramiliter efektif dalam proyek yang dikenal sebagai “Rafah Hijau”.
Salah satu indikasi utama tertundanya rencana Dewan Perdamaian adalah belum terbentuknya pasukan multinasional yang direncanakan beroperasi di Jalur Gaza. Berdasarkan rancangan yang sedang dipersiapkan, Maroko diperkirakan akan mengirim sekitar 500 personel, sedangkan Kosovo dan Albania masing-masing disebut hanya akan mengirim beberapa puluh personel. Namun, menurut penilaian Israel yang dikutip media tersebut, pasukan itu belum akan memasuki Gaza dalam waktu dekat.


