Al-Quds, Purna Warta – Hizbullah — Media Israel melaporkan bahwa wilayah utara Palestina yang diduduki saat ini terus menjadi sasaran serangan udara berkelanjutan dari rezim Israel ke Lebanon, sementara serangan roket dari Lebanon selatan memicu sirene peringatan di sejumlah permukiman perbatasan Israel.
Menurut laporan media Israel pada hari Minggu menyebutkan bahwa setelah serangan roket berat yang diluncurkan dari wilayah Lebanon, sirene peringatan berbunyi di dua permukiman “Kfar Giladi” dan “Metula”, kemudian juga di kota Acre (Akka) serta beberapa permukiman lainnya.
Radio militer Israel melaporkan bahwa lima roket ditembakkan dari Lebanon selatan menuju wilayah Nahariya.
Pasukan perlawanan Lebanon disebut menargetkan infrastruktur Israel di Nahariya dan wilayah Krayot.
Hizbullah dalam pernyataannya mengatakan bahwa pada pukul 11:45 waktu setempat, mereka menyerang salah satu infrastruktur Israel di permukiman Nahariya dengan roket, dan pada pukul 12:30 juga menargetkan infrastruktur lain di wilayah Krayot di utara Haifa.
Media berbahasa Ibrani lainnya melaporkan bahwa setelah serangan tersebut, sirene peringatan kembali berbunyi di Nahariya dan sekitarnya.
Saluran berita Ibrani iNEWS24 melaporkan bahwa Hizbullah terus memperluas skala operasinya dan meningkatkan kecepatan peluncuran roket ke arah utara wilayah Palestina yang diduduki.
Sementara itu, Channel 12 televisi Israel mengakui bahwa “bahkan jika militer terus berperang selama berbulan-bulan dengan cara ini, tetap tidak akan mampu menghancurkan Hizbullah.”
Media Israel lainnya juga melaporkan bahwa akibat dugaan infiltrasi drone dari Lebanon, sirene peringatan berbunyi di wilayah Ras al-Naqoura, pesisir al-Bassa, serta beberapa permukiman perbatasan termasuk Shlomi, Liman, Hanita, Yara, dan Adamit.
Hezbollah juga menyatakan bahwa pada pukul 08:40 waktu setempat, mereka menargetkan lokasi pasukan Israel di landasan helikopter di permukiman Shlomi menggunakan drone bermuatan bahan peledak.
Pada pukul 04:00 dini hari, kelompok tersebut juga disebut menyerang salah satu titik penempatan pasukan Israel di permukiman al-Bayada dengan roket.
Pada hari Sabtu, kelompok perlawanan Lebanon itu juga menghancurkan sebuah tank Merkava di al-Bayada menggunakan rudal berpemandu serta menargetkan posisi pasukan Israel di wilayah yang sama.
Hizbullah menyatakan bahwa operasi ini merupakan respons terhadap pelanggaran gencatan senjata yang ditandatangani pada 17 April 2025, serta serangan Israel ke desa-desa di Lebanon selatan, wilayah Bekaa, dan pinggiran selatan Beirut yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil.
Kelompok tersebut menegaskan bahwa mereka akan terus melanjutkan operasi terhadap posisi militer Israel di Lebanon selatan dan di wilayah Palestina yang diduduki di bagian utara.


