Gaza, Purna Warta – Lebih dari setengah juta warga Palestina yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke reruntuhan rumah mereka di **Kota Gaza** setelah diumumkannya **gencatan senjata** antara Israel dan gerakan perlawanan **Hamas**, menurut laporan dari **badan pertahanan sipil Gaza**.
**Mahmud Bassal**, juru bicara pertahanan sipil Gaza, mengatakan pada Sabtu bahwa gelombang besar kepulangan ini dimulai segera setelah serangan Israel tampak berakhir pada Jumat.
Gencatan senjata yang dimediasi **Amerika Serikat** mulai berlaku pada **Jumat siang**. Gencatan senjata tersebut merupakan **tahap pertama dari kesepakatan baru** antara Israel dan Hamas. Militer Israel telah mengonfirmasi bahwa mereka **menarik pasukannya ke posisi yang telah ditentukan** sebagai bagian dari perjanjian tersebut.
Menjelang siang pada hari Jumat, **tank-tank Israel ditarik dari Jalan al-Rashid** di pesisir Gaza agar keluarga-keluarga yang mengungsi akibat perang dapat kembali ke Kota Gaza.
“Lebih dari setengah juta orang telah kembali ke Kota Gaza sejak kemarin**,” ujar Bassal kepada **AFP**.
Menurut data pertahanan sipil, **9.500 orang masih hilang** di bawah reruntuhan di seluruh wilayah Gaza. Tim penyelamat sejauh ini telah menemukan **155 jenazah**, dan masih menerima puluhan panggilan darurat setiap harinya.
Ribuan warga yang kembali kini **mendirikan tenda-tenda darurat** di antara puing-puing bekas rumah mereka, dengan akses yang sangat terbatas terhadap tempat tinggal layak maupun pasokan kebutuhan dasar.
**Bantuan kemanusiaan** dijadwalkan mulai disalurkan pada **hari Minggu**, setelah **perlintasan Rafah** dengan Mesir dibuka kembali sesuai ketentuan gencatan senjata.
Selama periode genosida, sekitar **700.000 warga Palestina** terpaksa melarikan diri dari Kota Gaza dan wilayah utara akibat serangan udara dan darat Israel yang tiada henti.
Wali Kota **Khan Younis** mengatakan bahwa wilayah selatan tersebut telah **hancur hingga 85 persen**, dan sekitar **400.000 ton puing** harus dibersihkan sebelum pekerjaan rekonstruksi dapat dimulai.
**Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)** menyatakan bahwa **170.000 metrik ton makanan, obat-obatan, dan perlengkapan tempat tinggal** telah siap untuk dikirim ke Jalur Gaza begitu perlintasan dibuka kembali.
**Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA)** mengatakan pihaknya memiliki **persediaan yang cukup untuk mengisi 6.000 truk**, dan tim mereka siap memulai **distribusi bantuan darurat** di wilayah tersebut.
Namun, **Sam Rose**, Direktur Urusan UNRWA di Gaza, mengatakan kepada **Middle East Eye** bahwa operasi lembaga tersebut masih **terkendala larangan Israel** terhadap aktivitas mereka di wilayah pendudukan.
Meskipun larangan itu tidak berlaku untuk kegiatan UNRWA di dalam Gaza, **kebijakan “tanpa kontak” (no-contact)** membuat truk-truk bantuan mereka **tidak diizinkan masuk ke wilayah tersebut**.
“Kami memiliki cukup makanan untuk memberi makan semua orang selama dua hingga tiga bulan, sementara penduduk sedang kelaparan. Kami juga memiliki perlengkapan tempat tinggal bagi ratusan ribu orang, dan selimut untuk lebih dari satu juta orang,” tambahnya.
Sejak **Oktober 2023**, pasukan Israel telah **membunuh 67.183 warga Palestina**, sebagian besar di antaranya adalah **perempuan dan anak-anak**.
Rezim Israel telah **menutup seluruh perbatasan**, memblokir masuknya bantuan kemanusiaan dan semakin memperparah **krisis kemanusiaan yang sudah parah di Gaza** sejak **2 Maret**, ketika Israel **melanggar perjanjian gencatan senjata sebelumnya** dengan Hamas.


