Krisis Kemanusiaan Terburuk, 57 Anak Meninggal di Gaza Akibat Kekurangan Gizi

gaza child

Gaza, Purna Warta – Dalam adegan yang kini menjadi simbol kebiadaban Israel, tentara pendudukan Israel menargetkan sebuah bangunan empat lantai di Jabalia, utara Jalur Gaza, yang menyebabkan lebih dari 50 warga Palestina gugur atau hilang di bawah reruntuhan. Setelah berjam-jam pencarian, pertahanan sipil mengumumkan penghentian operasi evakuasi korban karena tidak tersedianya alat berat. Sebanyak 10 jenazah berhasil ditemukan, termasuk tiga anak-anak, sementara enam lainnya selamat dengan susah payah.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza setiap hari mengumumkan gugurnya puluhan warga dan banyaknya korban luka akibat serangan Israel yang terus berlanjut.

Karena pembunuhan melalui pengeboman tampaknya belum cukup, kini kelaparan dan kehausan dijadikan senjata lain dalam perang pemusnahan ini. Kantor Media Pemerintah di Gaza mengumumkan bahwa sekitar 326 orang meninggal akibat kekurangan gizi serta minimnya pangan dan obat-obatan. Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan bahwa sekitar 14.000 bayi menghadapi risiko kematian jika bantuan tidak segera dikirim.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan:
“Israel memiliki kewajiban yang jelas berdasarkan hukum internasional dan harus memperlakukan warga sipil dengan kemanusiaan serta menghormati martabat mereka. Tanpa pengiriman bantuan ke Gaza, banyak yang akan meninggal. Kami menyerukan untuk mempermudah prosedur pemeriksaan di perbatasan dan mendistribusikan bantuan kepada warga Gaza.”

Palang Merah Palestina menegaskan bahwa bantuan masih tertahan di perbatasan Kerem Shalom, sementara Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan 57 anak di Gaza telah meninggal akibat kekurangan gizi, di saat mesin pembunuh Israel masih aktif menghantam rumah, sekolah, rumah sakit, bahkan stasiun desalinasi air di kamp pengungsi Nuseirat.

Sebanyak 80 negara telah memperingatkan bahwa warga sipil di Gaza menghadapi risiko kelaparan massal dan menyatakan bahwa wilayah tersebut tengah mengalami krisis kemanusiaan terburuk sejak dimulainya perang pemusnahan oleh Israel.

Puluhan anggota parlemen dari seluruh dunia pun menyerukan tindakan segera untuk mengakhiri kelaparan di Gaza.

Sementara itu, UNICEF dan Program Pangan Dunia memperingatkan bahwa bantuan kemanusiaan yang telah diizinkan masuk ke Gaza masih jauh dari cukup, dan ini mengancam ribuan orang jatuh ke dalam jurang kelaparan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *