Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan media, Ben Caspit, jurnalis senior Israel, mengungkapkan dalam program bincang-bincangnya di Radio 103FM Radio bahwa perselisihan serius telah muncul antara Netanyahu dan pejabat militer senior Eyal Zamir di satu pihak dengan Kepala Mossad David Barnea di pihak lain.
Caspit menyatakan bahwa meskipun terdapat sensor media yang ketat, sejumlah sumber yang dekat dengan para pejabat tersebut mengonfirmasi adanya ketegangan yang signifikan.
Ia menambahkan bahwa jika para pejabat tersebut ditanya secara terbuka, mereka hampir pasti akan membantahnya. Namun menurut informasi yang ia terima dari lingkaran dekat Netanyahu, konflik tersebut sebenarnya telah berlangsung lebih dari satu minggu.
Upaya Menjadikan Kepala Mossad sebagai Kambing Hitam
Dalam perkembangan lain, sejumlah media yang dekat dengan Donald Trump dan kemudian media yang berafiliasi dengan Netanyahu disebut mulai membangun narasi yang menyalahkan Kepala Mossad sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan koalisi Amerika Serikat–Israel dalam mencapai tujuan perang terhadap Iran.
Menurut laporan tersebut, narasi ini juga dikaitkan dengan serangkaian kegagalan militer dan politik yang terjadi setelah operasi militer terhadap Iran tidak menghasilkan hasil yang diharapkan.
Kebingungan dan Ketegangan Politik di Israel
Beberapa laporan lain dari media regional dan internasional juga menunjukkan meningkatnya ketegangan politik di Israel sejak konflik dengan Iran memasuki minggu-minggu berikutnya.
Analis yang diwawancarai oleh Al Jazeera sebelumnya menggambarkan situasi di Israel sebagai campuran antara “kebingungan dan kekecewaan,” terutama setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan adanya kemungkinan negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri konflik.
Sementara itu, beberapa analis Israel juga menyebut bahwa jika Washington benar-benar mengejar jalur diplomasi tanpa konsultasi penuh dengan Tel Aviv, hal itu dapat menjadi pukulan politik bagi Netanyahu yang sejak awal berupaya memperluas keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
Latar Belakang Ketegangan
Sejak pecahnya konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran pada awal 2026, pemerintahan Netanyahu menghadapi tekanan besar di dalam negeri, antara lain karena:
- serangan balasan rudal dan drone Iran terhadap wilayah Israel,
- ketidakpastian strategi militer jangka panjang,
- serta perbedaan pandangan di antara pejabat militer dan intelijen mengenai arah operasi.
Situasi ini memicu meningkatnya perdebatan internal di dalam struktur keamanan Israel mengenai strategi menghadapi Iran dan masa depan konflik di kawasan.


