Kelompok Perlawanan Laporkan Pusat Bantuan AS di Gaza Bertujuan untuk Lenyapkan UNRWA

Gaza, Purna Warta – Kelompok perlawanan Palestina mengatakan tujuan sebenarnya di balik pusat distribusi bantuan AS di Gaza adalah untuk membubarkan badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, dan menghancurkan perjuangan Palestina.

Baca juga: Rumah Sakit Utama Gaza Terancam Ditutup karena Blokade Israel

Menurut Pusat Informasi Palestina, kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu mengatakan bahwa pusat distribusi bantuan AS bermaksud untuk menghancurkan perjuangan Palestina sebagai masalah politik dan mengubahnya menjadi masalah bantuan dan kemanusiaan.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa tindakan pusat bantuan tersebut ditujukan untuk mempercepat pemindahan paksa, pembersihan etnis, dan evakuasi orang-orang dan penduduk Gaza sebagai bagian dari rencana kriminal Presiden AS Donald Trump.

Kelompok perlawanan Palestina menyerukan tekanan pada rezim Israel dan pemerintah AS untuk melanjutkan penyaluran bantuan kemanusiaan melalui organisasi internasional yang berafiliasi dengan PBB, khususnya UNRWA.

Mereka mengatakan UNRWA adalah satu-satunya badan yang mampu memberikan bantuan kepada warga Palestina di Gaza mengingat kapasitas hukum dan pengalaman praktisnya untuk menyelamatkan nyawa orang dan menjaga martabat mereka.

Pasukan Israel pada Senin pagi menyerang kapal Madleen, kapal bantuan kemanusiaan yang berusaha menerobos blokade laut Israel di Gaza, saat mendekati perairan pesisir wilayah Palestina yang dikepung.

Thiago Avila, seorang aktivis Brasil di atas kapal Madleen, mengatakan mereka dikepung oleh kapal-kapal tentara Israel.

Perkembangan baru ini terjadi setelah gerakan perlawanan Palestina Hamas memperingatkan rezim Israel agar tidak mengambil tindakan apa pun untuk menghentikan kapal Madleen, dengan menganggap rezim tersebut sepenuhnya bertanggung jawab atas nyawa para aktivis di atas kapal.

Baca juga: Jurnalis Ditembak Saat Tindakan Keras AS terhadap Protes Meningkat

Badan-badan PBB dan kelompok-kelompok bantuan besar telah memperingatkan bahwa Gaza berisiko dilanda kelaparan jika tidak ada lagi bantuan yang datang. Mereka mengatakan pembatasan Israel, pelanggaran hukum dan ketertiban, serta penjarahan yang meluas membuat pengiriman bantuan kepada sekitar 2 juta warga Palestina di Gaza menjadi sangat sulit.

Dalam serangkaian unggahan di akun resmi X pada bulan April, UNRWA mengumumkan bahwa tidak ada bantuan yang masuk ke wilayah yang terkepung tersebut sejak Israel memberlakukan larangan total pengiriman bantuan pada tanggal 2 Maret.

UNRWA memperingatkan bahwa kekurangan makanan, air bersih, tempat berteduh, dan perawatan medis mengancam kelangsungan hidup hampir dua juta orang pengungsi di Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *