Kelanjutan Serangan Brutal Pemukim Israel: 12 Warga Palestina Terluka

Pemukim 1

Al-Quds, Purna Warta – Serangan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat terus berlangsung, dengan laporan bahwa serangan tersebut terjadi di tengah kehadiran dan aktivitas pasukan Israel di wilayah tersebut.

Sejumlah sumber berita melaporkan bahwa 12 warga Palestina terluka dalam serangkaian serangan yang dilakukan pemukim Israel.

Sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa kelompok pemukim Israel menyerbu kawasan di antara desa Al-Mughayyir dan Abu Falah, di wilayah Ramallah, Tepi Barat.

Menurut sumber tersebut, serangan itu mengakibatkan 12 warga Palestina mengalami luka-luka.

Dalam insiden lainnya, pemukim Israel menyerang sebuah kendaraan Palestina yang sedang melintas di jalan Marj Si’a, antara permukiman Abu Falah dan Al-Mughayyir di timur laut Ramallah. Serangan tersebut menyebabkan kendaraan itu terbalik.

Kantor berita WAFA melaporkan bahwa sekelompok pemukim menyerang sebuah kendaraan di kawasan Marj Si’a antara Al-Mughayyir dan Abu Falah hingga kendaraan tersebut terbalik, kemudian para penumpangnya diserang. Lima korban dibawa ke rumah sakit dan pusat medis Abu Falah.

Insiden di Al-Mughayyir dan Abu Falah bukan kejadian yang berdiri sendiri. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 terjadi serangkaian serangan pemukim di Al-Mughayyir selama tiga hari berturut-turut. Pada 31 Juli, seorang anak Palestina berusia sembilan tahun dilaporkan terluka akibat tembakan, dua orang dewasa terluka akibat semprotan merica, dan dua kendaraan Palestina mengalami kerusakan. Serangan berikutnya pada 1 dan 2 Agustus menyebabkan dua warga Palestina lainnya terluka.

Pada 15 Agustus, WAFA juga melaporkan bahwa pemukim menyerang Al-Mughayyir dan kendaraan Palestina di kawasan Marj Si’a menuju Abu Falah. Dalam laporan tersebut tidak ada korban luka yang dilaporkan, tetapi pasukan Israel kemudian memasuki desa dan dikerahkan di beberapa lokasi.

Situasi kekerasan pemukim di Tepi Barat telah mendapat perhatian serius dari PBB. Pada 12 Agustus, Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Ramiz Alakbarov mengatakan bahwa Tepi Barat berada pada “titik kritis”. Menurut data PBB hingga 10 Agustus, 76 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat sepanjang 2026, termasuk 18 anak-anak, akibat tindakan pasukan Israel atau pemukim. PBB juga mencatat lebih dari 1.430 insiden yang melibatkan pemukim Israel sepanjang tahun tersebut, yang menyebabkan korban, kerusakan properti, atau keduanya, dan berdampak pada sekitar 260 komunitas Palestina.

PBB juga melaporkan bahwa sekitar 3.800 warga Palestina telah mengungsi pada 2026 akibat kekerasan pemukim, pembongkaran bangunan, dan pengusiran; hampir separuh dari mereka adalah anak-anak. Sejak Januari 2023, sebanyak 127 komunitas Palestina mengalami pengungsian seluruhnya atau sebagian, dengan lebih dari 6.390 orang terdampak. Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan kekerasan pemukim tidak hanya menyangkut korban luka dalam satu insiden, tetapi juga berkaitan dengan kerusakan properti, kehilangan akses terhadap lahan dan sumber penghidupan, serta perpindahan penduduk.

Dalam perkembangan lain, PBB pada 13 Agustus menyerukan agar otoritas Israel segera mengambil tindakan terhadap pemukim yang melakukan kekerasan dan menyebabkan warga Palestina terusir dari rumah serta tanah mereka. PBB menyoroti kasus di Qusra, dekat Nablus, di mana warga Palestina dilaporkan menghadapi penyerbuan rumah, kekerasan fisik, vandalisme, pencurian, pembakaran, serta gangguan terhadap akses air dan listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *