Tel Aviv, Purna Warta – Kebakaran besar melanda fasilitas distribusi listrik di kota Afula, Palestina utara yang diduduki, memutus aliran listrik ke sebagian besar wilayah tersebut dan kembali memperlihatkan betapa rapuhnya infrastruktur Israel di bawah tekanan internal yang semakin meningkat.
Juru bicara dinas pemadam kebakaran Israel mengonfirmasi bahwa kebakaran telah terjadi di fasilitas distribusi listrik Afula, merusak peralatan vital dan membuat beberapa distrik gelap gulita.
Gangguan tersebut memicu insiden sekunder di seluruh kota, termasuk kasus menghirup asap dan warga yang terjebak di dalam lift, yang memicu kepanikan dan kemarahan di antara penduduk.
Pemerintah daerah, yang tidak mampu mengatasi situasi tersebut, meminta bantuan dari kota-kota terdekat.
Meskipun telah ada bala bantuan, pemulihan listrik dan pengendalian api membutuhkan waktu beberapa jam.
Menurut para ahli energi yang dikutip di media Israel, lonjakan tegangan yang “tidak biasa dan mencurigakan” kemungkinan besar menyebabkan ledakan dan kebakaran pada sistem distribusi kota.
Insiden Afula menyusul serangkaian kecelakaan industri baru-baru ini yang semakin mengguncang kepercayaan terhadap infrastruktur rezim.
Hanya sehari sebelumnya, media Israel melaporkan kebakaran besar di sebuah pabrik pengolahan makanan di kawasan industri Goren, Galilea barat, tempat produk makanan beku dan adonan diproduksi.
Baca juga: Gencatan senjata yang rapuh dimulai di Gaza setelah serangan Israel di menit-menit terakhir
Temuan awal oleh otoritas pemadam kebakaran dan keamanan Israel mengaitkan kebakaran tersebut dengan malfungsi pada sistem industri pabrik.
Kecelakaan industri serupa telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir di seluruh wilayah pendudukan, yang mengakibatkan ledakan dan kebakaran yang telah membuat khawatir para pemukim dan investor yang resah, menggarisbawahi ketidakmampuan rezim untuk mengelola krisis teknis dan keselamatannya sendiri.


