Al-Quds, Purna Warta – Kementerian Kesehatan rezim Zionis mengumumkan bahwa jumlah korban luka di pihak Israel sejak dimulainya gencatan senjata dengan Iran telah mencapai 964 orang.
Menurut laporan kantor berita jaringan Al Mayadeen, media-media Israel melaporkan bahwa enam tentara Israel terluka akibat ledakan drone bunuh diri yang terjadi hari ini di Lebanon selatan.
Kementerian Kesehatan Israel menyatakan bahwa angka korban luka tersebut diumumkan setelah sehari sebelumnya tercatat pula 34 orang mengalami luka-luka akibat serangan dan insiden keamanan yang berlangsung di kawasan konflik.
Berdasarkan laporan tersebut, kondisi dua tentara Israel dilaporkan kritis akibat ledakan drone tersebut.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon-Israel, di mana kelompok Hizbullah terus melancarkan serangan menggunakan drone, roket, dan rudal terhadap posisi militer Israel. Dalam beberapa bulan terakhir, penggunaan drone bunuh diri oleh Hizbullah dinilai menjadi salah satu tantangan utama bagi sistem pertahanan udara Israel karena mampu menyerang target militer secara presisi dan mendadak.
Sejumlah media Israel juga melaporkan bahwa eskalasi konflik di front utara telah menyebabkan tekanan besar terhadap militer dan sistem kesehatan Israel, terutama dengan bertambahnya jumlah korban luka dari kalangan tentara maupun warga sipil. Rumah sakit di beberapa wilayah utara Israel disebut beberapa kali berada dalam kondisi siaga tinggi untuk menghadapi kemungkinan gelombang korban baru.
Sementara itu, militer Israel terus melakukan serangan balasan ke wilayah Lebanon selatan dengan dalih menghancurkan infrastruktur Hizbullah. Namun berbagai laporan menunjukkan bahwa bentrokan lintas batas masih berlangsung hampir setiap hari meskipun terdapat upaya internasional untuk mencegah meluasnya perang regional di Timur Tengah.


