Yair Lapid: Kesepakatan dengan Iran adalah Bencana / Kabinet Netanyahu Gagal dalam Perang-Perang Regional

Lapin

Al-Quds, Purna Warta – “Yair Lapid”, pemimpin oposisi rezim Zionis, menyebut kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang sebagai sebuah “bencana”. Ia juga menegaskan bahwa kabinet Benjamin Netanyahu telah gagal dalam berbagai perang regional yang dijalankannya.

Lapid dalam sebuah konferensi pers di gedung Knesset (parlemen rezim Zionis) di bagian barat Al-Quds yang diduduki mengatakan: “Kesepakatan yang dicapai dengan Iran adalah sebuah bencana. Pengelolaan politik atas seluruh peristiwa ini sangat buruk dan semua hal yang seharusnya tidak terjadi justru terjadi.”

Menurut laporan kantor berita  Anadolu pada hari Senin (25/5), Lapid menambahkan: “Hal terburuk dari sudut pandang Israel adalah bahwa kesepakatan ini ditulis tanpa kehadiran kami dan di meja perundingan yang tidak melibatkan kami.”

Pernyataan tersebut muncul setelah pada hari Minggu media Amerika “Axios”, mengutip pejabat Washington, mengklaim bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin mendekati kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, izin penjualan minyak Iran, dan dimulainya kembali perundingan mengenai program nuklir Iran.

Selain itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu malam mengumumkan bahwa negosiasi mengenai sebagian besar klausul “kesepakatan” dengan Iran telah selesai dan pengungkapan rincian kesepakatan tersebut sudah dekat.

Pakistan saat ini menjalankan peran mediasi antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari (9 Esfand) dengan serangan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran, dan kemudian berujung pada gencatan senjata sementara pada 8 April (19 Farvardin).

Serangan Keras Lapid terhadap Netanyahu

Pemimpin oposisi rezim Zionis itu melancarkan kritik tajam terhadap kabinet Benjamin Netanyahu dan menyatakan: “Kabinet Netanyahu berulang kali menetapkan berbagai tujuan, tetapi gagal mencapainya. Mereka gagal dalam perang Gaza, di Lebanon, dan dalam menghadapi Iran.”

Lapid menggambarkan perdana menteri rezim Zionis dengan mengatakan: “Netanyahu adalah orang yang berbakat, tetapi ia telah menjadi tua dan melemah, serta dikelilingi oleh orang-orang yang tidak memiliki kemampuan untuk mengelola sebuah struktur pemerintahan.”

Ia melanjutkan: “Bukan Israel yang kalah terhadap Iran, Lebanon, dan Gaza, melainkan Netanyahu dan kabinetnya yang menjadi penyebab kekalahan tersebut.”

Militer rezim Zionis sejak Oktober 2023 telah melancarkan berbagai perang di kawasan, termasuk di Jalur Gaza, Lebanon, dan Iran, serta melakukan serangan udara besar-besaran terhadap negara lain seperti Yaman dan Suriah. Tindakan agresif tersebut telah menyebabkan gugurnya korban jiwa, luka-luka, pengungsian ratusan ribu orang, dan meningkatnya ketidakamanan di kawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *