Jihad Islam Menyatakan AS Bertanggung Jawab atas Kekejaman Israel yang Terus Berlanjut di Gaza

Genosida

Gaza, Purna Warta – Gerakan perlawanan Palestina, Jihad Islam, menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, harus dimintai pertanggungjawaban atas berbagai kekejaman dan tindakan agresi yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang dilanda perang.

Baca juga: Lima Pasukan Pendudukan Israel Terluka dalam Serangan Drone di Lebanon Selatan

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, Jihad Islam menyatakan bahwa Washington bertanggung jawab secara langsung atas kejahatan yang terus berlangsung di Gaza karena melindungi para pelaku kejahatan perang rezim Zionis dari proses hukum serta mendorong mereka untuk melanggar seluruh hukum, prinsip-prinsip kemanusiaan, dan peraturan internasional.

“Serangan rezim Zionis terhadap sekelompok warga Palestina di pantai Khan Younis yang mengakibatkan sejumlah orang gugur dan terluka, selain penghancuran rumah-rumah serta kawasan permukiman, mencerminkan pendekatan kabinet Israel dan keputusannya untuk secara sembrono melakukan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Gerakan itu menegaskan bahwa rezim Tel Aviv, melalui sikapnya yang terus mempertahankan kebijakan agresif tersebut, berupaya memaksakan realitas militer dan keamanan baru di Jalur Gaza serta menghambat pelaksanaan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata.

Gerakan tersebut juga menekankan bahwa tindakan-tindakan itu menunjukkan pengabaian yang jelas dari rezim Zionis terhadap upaya para mediator serta pelanggaran terhadap seluruh kesepahaman yang telah dicapai.

Sumber-sumber medis Palestina menyatakan bahwa serangan drone Israel menewaskan dua warga Palestina yang sedang berada di pantai dan melukai beberapa orang lainnya di Gaza selatan pada hari Rabu, dalam pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober tahun lalu.

Sumber-sumber tersebut mengatakan kepada kantor berita resmi Palestina, WAFA, bahwa jenazah dua korban dan delapan orang yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Nasser setelah serangan terhadap warga sipil di kawasan pantai al-Mawasi, Khan Younis.

Menurut para saksi mata, drone tersebut menargetkan warga sipil yang sedang berkumpul di area rekreasi tepi laut di al-Mawasi sehingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.007 warga Palestina dan melukai 3.165 orang lainnya sejak gencatan senjata diberlakukan. Selain itu, jenazah 784 warga Palestina juga telah ditemukan kembali, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Baca juga: Diplomat Tinggi Inggris Kecam Pernyataan Ben-Gvir yang Disebut ‘Mengerikan’ Terkait Lebanon

Sejak dimulainya operasi militer Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023, sedikitnya 73.018 warga Palestina telah tewas dan 173.273 lainnya terluka, sementara sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut mengalami kerusakan atau kehancuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *