Al-Quds, Purna Warta – Gerakan Jihad Islam Palestina mengecam keterlibatan Ben-Gvir dalam pembongkaran sebuah bangunan tempat tinggal di al-Quds yang diduduki.
Gerakan Jihad Islam Palestina pada Selasa mengeluarkan pernyataan terkait tindakan Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Dalam Negeri rezim Zionis, yang hadir dan terlibat secara langsung dalam pembongkaran sebuah rumah milik warga Palestina di bagian utara al-Quds yang diduduki.
Dalam pernyataan tersebut, Jihad Islam mengecam keras keterlibatan Ben-Gvir dalam mengarahkan alat-alat berat pembongkaran untuk menghancurkan sebuah bangunan yang menjadi tempat tinggal puluhan keluarga Palestina di al-Quds yang diduduki.
Jihad Islam Palestina menegaskan bahwa tindakan berbahaya tersebut menunjukkan bahwa “pembersihan etnis” dan “pengusiran” telah berubah menjadi kebijakan resmi di wilayah-wilayah yang diduduki.
Ben-Gvir hari ini, saat berlangsungnya pembongkaran sebuah bangunan lima lantai, bahkan menyatakan kebanggaannya terhadap tindakan tersebut serta kebijakan rezim Zionis selama dirinya menjabat sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri rezim tersebut.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) juga dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa kehadiran provokatif dan keterlibatan langsung Itamar Ben-Gvir di lokasi pembongkaran sebuah bangunan tempat tinggal di kawasan al-Tur di al-Quds yang diduduki merupakan simbol “terorisme terorganisasi” yang dilakukan oleh pemerintah pendudukan serta dukungannya terhadap ekstremisme dan kejahatan dalam segala bentuknya.
Hamas menyatakan bahwa meningkatnya pembongkaran rumah di al-Quds yang diduduki berlangsung dalam kerangka propaganda pemilu para pemimpin rezim Zionis; sebuah kampanye di mana para pemimpin rezim tersebut saling berlomba untuk meningkatkan penindasan dan penganiayaan terhadap rakyat Palestina serta melakukan pelanggaran terhadap tanah mereka.
Kawasan al-Tur terletak di bagian timur al-Quds yang diduduki dan merupakan salah satu kawasan yang dihuni warga Palestina di kota tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, rezim Zionis telah meningkatkan kebijakan pembongkaran rumah-rumah warga Palestina dengan dalih “pembangunan tanpa izin”.


