Israel Paksa Keluarga Gaza Memilih Antara ‘Berkolaborasi atau Dibunuh’

Israel serang Gaza

Jenewa, Purna Warta – Euro-Mediterranean Human Rights Monitor menyatakan bahwa Israel tengah memaksa warga Palestina menghadapi pilihan “berkolaborasi atau dibunuh”, dengan menggunakan pemerasan dan paksaan terorganisir untuk menundukkan keluarga-keluarga di Gaza agar bekerja sama dengan pasukan rezim.

Baca juga: Remaja Palestina Terluka, Paramedis Diserang Dalam Penggerebekan Israel di Tepi Barat yang Diduduki

Menurut lembaga tersebut, tekanan kini tidak lagi hanya menyasar individu, melainkan berubah menjadi paksaan kolektif terorganisir yang menempatkan seluruh keluarga di hadapan persamaan mengerikan.

Mengutip kesaksian korban, lembaga itu menegaskan bahwa keluarga-keluarga di Gaza dipaksa bergabung dengan milisi bentukan Israel atau menghadapi penganiayaan, pembantaian massal, kelaparan, dan pengusiran paksa.

Taktik yang digunakan mencakup penyebaran kekacauan, penjarahan, serta eksploitasi kerentanan sosial yang muncul akibat kebijakan genosida Israel selama bertahun-tahun.

Kelompok HAM tersebut menggambarkan langkah-langkah koersif ini sebagai bagian dari strategi lebih luas untuk menghancurkan struktur masyarakat Palestina, melemahkan kapasitasnya untuk bertahan hidup secara bertahap, serta menunjukkan adanya niat genosida.

“Kesaksian ini memperlihatkan adanya kebijakan sengaja untuk menghancurkan keteguhan sipil dengan menjadikan ketakutan dan kehancuran sebagai instrumen penaklukan,” demikian pernyataan Euro-Med.

Organisasi itu menyerukan kepada Majelis Umum PBB untuk segera mengerahkan pasukan perlindungan di Gaza guna melindungi warga sipil, menjamin akses kemanusiaan, mengamankan rumah sakit serta fasilitas bantuan, dan mencabut blokade atas wilayah pesisir tersebut.

Baca juga: Pengunjuk Rasa di Afrika Selatan Desak Pemerintah Putuskan Hubungan dengan Israel

Euro-Med juga mendesak komunitas internasional agar mengambil langkah tegas terhadap rezim Israel melalui Mahkamah Pidana Internasional (ICC), sanksi, embargo senjata, serta penangguhan kerja sama politik dan ekonomi.

“Seluruh negara, baik secara individual maupun kolektif, harus memenuhi kewajiban hukum mereka dan segera bertindak menghentikan genosida yang sedang berlangsung di Gaza dengan segala cara yang tersedia, serta mengambil langkah konkret untuk melindungi warga sipil Palestina,” tegas lembaga itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *