Israel Membiarkan 10 Warga Palestina Lapar Hingga Tewas di Gaza, Korban Meningkat Jadi 313

Starves

Gaza, Purna Warta – Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa 10 warga Palestina lagi, termasuk dua anak-anak, meninggal akibat kelaparan dan malnutrisi, sehingga jumlah korban dari kebijakan kelaparan Israel meningkat menjadi 313 jiwa.

Baca juga: Jajak Pendapat: 76% Warga Israel Nyatakan Tidak Ada “Orang Tak Bersalah” di Gaza

Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 75 warga Palestina, termasuk 18 pencari bantuan, juga tewas akibat serangan Israel di seluruh Jalur Gaza, kata kementerian tersebut.

Pejabat Gaza memperingatkan bahwa pada bulan lalu hanya 14% dari kebutuhan pangan pokok yang diizinkan masuk ke wilayah yang terkepung itu, menyoroti skala krisis kemanusiaan.

“Otoritas pendudukan Israel terus melakukan kejahatan kelaparan sistematis terhadap penduduk Jalur Gaza,” kata Kantor Media Pemerintah Gaza dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu juga memperingatkan bahwa situasi paling parah dialami oleh “anak-anak, orang sakit, dan lanjut usia.”

Pejabat menambahkan bahwa pasukan Israel telah menutup semua perbatasan dan melarang masuknya 430 jenis bahan pangan penting, sehingga menimbulkan “kekurangan bantuan sebesar 86 persen.”

Lebih dari 95 persen penduduk Gaza tidak memiliki sumber penghasilan untuk membeli kebutuhan pokok maupun makanan yang masih tersedia di pasar, menurut kantor media tersebut.

“Di antara bahan pangan vital yang dilarang masuk oleh pendudukan ke Jalur Gaza adalah telur, daging merah dan putih, ikan, keju, produk susu, buah-buahan, sayuran, suplemen gizi, serta puluhan barang lain,” tambahnya.

Kantor media tersebut juga menuding Amerika Serikat sebagai pendukung utama Israel bertanggung jawab atas genosida yang sedang berlangsung di wilayah terkepung itu.
“Kami dengan keras mengecam kebijakan kelaparan yang dijalankan oleh pendudukan Israel dan menegaskan bahwa mereka, bersama pemerintah AS dan negara-negara yang terlibat dalam genosida, bertanggung jawab penuh atas kejahatan ini dan seluruh rangkaian kejahatan lain yang dilakukan pendudukan.”

Baca juga: Jutaan Orang Mengungsi setelah Rudal Canggih Yaman Hantam Bandara Tersibuk Israel

Penasihat media UNRWA, Adnan Abu Hasna, mengonfirmasi bahwa jumlah bantuan yang masuk ke Gaza menurun, sementara tidak ada peralatan medis yang dikirimkan dalam dua minggu terakhir.

Badan internasional dan organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa satu juta anak-anak berisiko mengalami malnutrisi akut di seluruh wilayah yang terkepung. Di Kota Gaza sendiri, lebih dari 500.000 orang sudah menghadapi kelaparan.

Korban jiwa akibat perang genosida Israel di Gaza sejak Oktober 2023 kini hampir mencapai 62.900 orang, dengan sekitar 159.000 lainnya terluka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *