Israel Hapus Postingan X yang Sebut Rumah Sakit Palestina sebagai Target Sah

Israel Hapus Postingan X yang Sebut Rumah Sakit Palestina sebagai Target Sah

Tel Aviv, Purna Warta Militer Israel telah menghapus postingan media sosial X yang menyatakan ambulans dan rumah sakit Palestina adalah “infrastruktur teroris” dan “target militer yang sah.”

Baca Juga : Israel Larang Bantuan Kemanusiaan Iran ke Gaza melalui Rafah di Mesir

Postingan di X mengklaim ambulans dan rumah sakit digunakan oleh gerakan perlawanan Palestina Hamas untuk para pejuang dan operasinya. “Ini melanggar hukum internasional dan menjadikannya target militer yang sah,” tulis postingan tersebut.

Diana Buttu, pengacara dan mantan penasihat hukum Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan Israel di masa lalu pernah melontarkan tuduhan serupa tetapi tidak pernah membuktikannya. “Tetapi bahkan jika mereka mencoba melakukan hal itu, kita harus ingat bahwa apa yang Israel coba lakukan adalah melakukan genosida terhadap warga Palestina dan hal itu harus dihentikan sekarang.”

Kebiadaban Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki tampaknya belum akan berakhir.

Di Gaza, rezim mengubah setiap jalan menjadi tempat pertumpahan darah.

Serangan udara Israel terbaru menewaskan 40 warga Palestina. Sebuah sekolah yang dioperasikan PBB di kota utara Beit Lahia termasuk di antara sasarannya.

Baca Juga : Mahmoud Abbas Katakan Perang Israel di Gaza adalah Genosida

Israel tanpa pandang bulu menyerang rumah sakit tempat orang-orang mencari perlindungan.

Rumah sakit merupakan salah satu infrastruktur sipil yang mendapat perlindungan khusus berdasarkan hukum internasional.

Konvensi Jenewa tahun 1949 menyatakan bahwa rumah sakit “dalam keadaan apa pun tidak boleh menjadi sasaran serangan tetapi harus selalu dihormati dan dilindungi oleh pihak-pihak yang berkonflik.”

Para pengamat mengatakan tidak ada yang lebih identik dengan kejahatan perang selain menargetkan rumah sakit dan membunuh orang-orang yang dilanda perang yang berlindung di

‘Tidak ada aturan sama sekali’: Mantan pejabat PBB mengecam kekacauan yang terjadi di Israel

Baca Juga : Ribuan Warga Gelar Demonstrasi Pro-Palestina di Cape Town Afrika Selatan

Mukesh Kapila, mantan koordinator badan kemanusiaan PBB, mengatakan bahwa dia telah menghabiskan 30 tahun bekerja di berbagai konflik di seluruh dunia, namun kampanye Israel “unik,” tambahnya.

Kapila mengecam serangan berulang-ulang yang dilakukan Israel terhadap personel layanan darurat serta fasilitas medis yang kewalahan.

“Apa yang kita lihat sekarang adalah semua peraturan telah dilanggar dan tidak ada norma karena ini adalah perang terhadap seluruh masyarakat. Sebenarnya tidak ada aturan sama sekali. Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan adalah penyelamatan dari luar.”

Israel telah mengepung Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza sambil mengebomnya berulang kali selama beberapa hari terakhir. Menurut laporan, penembak jitu Israel terus menembaki siapa pun yang berada di dekat fasilitas medis.

Jumlah korban tewas di Gaza kini telah melampaui 11.100 orang, dengan lebih dari 8.000 perempuan dan anak-anak menjadi korban serangan tanpa henti yang dilakukan rezim tersebut.

Sementara itu, rezim tersebut terlibat dalam operasi darat. Bentrokan sengit dilaporkan terjadi di sekitar Kota Gaza.

Baca Juga : Kecam Genosida di Gaza, Belize Tangguhkan Hubungan Diplomatik dengan Israel

Brigade Quds dari gerakan perlawanan Jihad Islam mengatakan para pejuangnya menargetkan pasukan dan kendaraan Israel di selatan kota. Rezim mengatakan 44 tentaranya tewas dalam invasi darat yang dimulai dua minggu lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *