Iran Mengecam Penodaan Masjid dan Serangan terhadap Warga Palestina di Tepi Barat

West Bank 4

Tehran, Purna Warta – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam keras tindakan kriminal para pemukim Zionis yang didukung oleh militer Israel dalam menyerang dua masjid di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, serta melakukan penyerangan terhadap rumah-rumah warga, pemukulan terhadap warga Palestina, dan penghancuran harta benda serta lahan pertanian.

Baghaei pada Kamis malam menggambarkan tindakan tersebut sebagai kelanjutan dari “kebijakan genosida kolonial” Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Rekaman kamera pengawas mendokumentasikan para pemukim bertopeng menerobos masuk ke ruang bagian dalam masjid sebelum keluar dan membakar enam kendaraan milik penduduk setempat.

Di kota tetangga, Burqa, sebuah masjid lain, yakni Masjid Al-Noor, juga menjadi sasaran serangan pembakaran tidak lama kemudian di tengah meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki. Para pelaku membakar ban dan bahan-bahan mudah terbakar di pintu masuk dalam upaya membakar bangunan tersebut.

Sambil menyampaikan penyesalan mendalam atas terus berlanjutnya sikap diam lembaga-lembaga hak asasi manusia dan badan-badan internasional, Baghaei menyatakan bahwa kelambanan berkelanjutan United Nations dan United Nations Security Council dalam menyikapi kejahatan rezim Zionis yang rasis telah memungkinkan berlanjutnya tindakan tanpa hukum serta terjadinya berbagai kejahatan internasional paling serius terhadap rakyat Palestina dan negara-negara lain di kawasan.

Juru bicara tersebut mengingatkan pemerintah negara-negara Islam dan Organisation of Islamic Cooperation mengenai tanggung jawab agama dan hukum mereka untuk mendukung bangsa Palestina dalam mewujudkan hak menentukan nasib sendiri serta menghentikan “mesin pembunuh” rezim Zionis.

Baghaei menyerukan langkah-langkah nyata melalui mekanisme OIC untuk melindungi Al-Aqsa Mosque dan situs-situs keagamaan lainnya di Palestina yang diduduki dari agresi Israel yang terus berlanjut, sekaligus menuntut penuntutan dan penghukuman terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Pada hari Selasa, sebagai tanggapan atas salah satu insiden terbaru, gerakan Palestina Hamas juga mengecam para pemukim Israel yang dianggap ilegal karena membakar sebuah masjid di desa Jiljilya dekat Ramallah di Tepi Barat yang diduduki.

Serangan para pemukim meningkat tajam selama perang yang sedang berlangsung di Gaza, yang menurut laporan telah menewaskan lebih dari 73.000 orang sejak 7 Oktober 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *