Al-Quds, Purna Warta – Angkatan bersenjata Iran meluncurkan rentetan rudal ke wilayah-wilayah yang diduduki Israel pada hari Minggu sebagai respons terhadap berlanjutnya serangan Israel terhadap Lebanon yang dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Menurut media Israel, sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah, termasuk Dataran Tinggi Golan yang diduduki, Tiberias, Safed, Nazareth, Haifa, dan sejumlah kota lainnya.
Militer Israel menyatakan bahwa sistem pertahanan udara tetap berada dalam status siaga tinggi. Sementara itu, Kementerian Pendidikan Israel mengumumkan penutupan seluruh sekolah dan pusat pendidikan untuk hari berikutnya karena situasi keamanan.
Operasi Iran tersebut dilakukan sebagai respons langsung terhadap agresi berkelanjutan rezim Zionis terhadap Lebanon, termasuk penggunaan bom fosfor yang dilarang serta penargetan kawasan Dahiyeh Selatan di Beirut.
Segera setelah operasi balasan tersebut, Markas Besar Khatam al-Anbiya, yang merupakan komando pusat angkatan bersenjata Iran, memperingatkan bahwa serangan-serangan yang lebih “menghancurkan dan membuat menyesal” akan dilancarkan apabila serangan Israel terhadap Lebanon terus berlanjut.
Dalam sebuah pernyataan, komando militer pusat Iran mengecam rezim Zionis karena secara sistematis melanggar gencatan senjata dan meningkatkan agresinya terhadap rakyat Lebanon dengan dukungan langsung Amerika Serikat serta di tengah sikap diam masyarakat internasional.
Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa rezim Israel telah menggunakan senjata-senjata terlarang, termasuk bom fosfor, dalam melakukan kejahatan perang terhadap warga sipil di Lebanon selatan.
“Dengan lampu hijau dan dukungan dari Amerika yang kriminal serta di tengah kebungkaman lembaga-lembaga internasional, rezim Zionis yang agresif semakin meningkatkan kejahatannya terhadap rakyat Lebanon yang tertindas melalui pelanggaran gencatan senjata yang berulang,” demikian bunyi pernyataan itu.
Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa meskipun Republik Islam Iran telah berulang kali memberikan peringatan, “rezim Zionis pembunuh anak-anak” kini telah “melampaui seluruh garis merah” dengan memperluas serangannya dari Lebanon selatan hingga ke kawasan Dahiyeh Selatan Beirut.
Angkatan bersenjata Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa perluasan kejahatan rezim Zionis ke kawasan Dahiyeh akan memicu serangan balasan Iran terhadap sasaran-sasaran di dalam wilayah pendudukan.
“Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa apabila kejahatan diperluas ke Dahiyeh di Beirut, maka kami akan menyerang target-target di wilayah pendudukan,” demikian disebutkan dalam pernyataan tersebut.
Komando militer tertinggi Iran juga mengeluarkan ultimatum yang menuntut agar tentara Zionis segera menghentikan seluruh serangan terhadap Lebanon selatan dan kawasan Dahiyeh.
Pernyataan itu menegaskan bahwa setiap perluasan serangan ke wilayah tersebut, ataupun respons militer terhadap serangan balasan Iran, akan dibalas dengan kekuatan yang sangat menghancurkan.
“Apabila rezim itu memperluas serangannya ke wilayah tersebut atau membalas tindakan Iran, maka ia akan menghadapi pukulan yang jauh lebih menghancurkan dan membuat menyesal. Serangan-serangan dahsyat terhadap rezim tersebut dan para pendukungnya akan segera dimulai,” demikian isi pernyataan tersebut.


