Infiltrasi siber ke grup WhatsApp militer di pangkalan “Palmachim” Israel

Palmachim

Al-Quds, Purna Warta– Jaringan televisi “Kan” milik rezim Israel melaporkan bahwa individu tak dikenal berhasil mengambil alih kendali grup WhatsApp milik personel militer di pangkalan udara “Palmachim” di wilayah tengah Israel. Tindakan tersebut disebut dilakukan dengan tujuan menjalankan operasi psikologis dan telah memicu status siaga serta pengetatan protokol keamanan di tingkat militer.

Baca juga: ‘Pemusnahan kolonial Palestina’: Iran kecam dorongan aneksasi Tepi Barat oleh Israel

Menurut rincian yang dipublikasikan, para pelaku siber masuk ke dalam grup tersebut dengan menggunakan akun palsu dan segera menghapus seluruh administrator (admin), sehingga memperoleh kendali penuh atas grup.

Otoritas keamanan meyakini bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya terorganisasi untuk melaksanakan aktivitas yang berkaitan dengan perang psikologis terhadap personel militer.

Menyusul insiden tersebut, dan dengan mempertimbangkan terulangnya kejadian serupa dalam grup pesan militer dalam beberapa hari terakhir, militer Israel memperketat secara signifikan pedoman perlindungan informasi.

Baca juga: Whistleblower: CPJ Hentikan ‘Indeks Impunitas’ untuk Lindungi Israel dari Peringkat yang Memalukan

Dalam konteks itu, seluruh personel militer diminta untuk secara cermat meninjau daftar anggota grup mereka guna mengidentifikasi pengguna yang tidak dikenal atau mencurigakan. Selain itu, ditekankan bahwa mulai saat ini, pembagian tautan grup kepada siapa pun di luar unit terkait dilarang keras.

Pangkalan udara yang dimaksud merujuk pada Palmachim Airbase, sementara laporan tersebut disiarkan oleh Kan 11, saluran televisi publik Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *