Hamas Memperingatkan Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza Dapat Runtuh Akibat Pelanggaran Israel

Gaza, Purna Warta – Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku di Gaza awal bulan lalu, dan memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut dapat runtuh jika pelanggaran terus berlanjut.

Baca juga: Tasnim Merilis Edisi Bahasa Inggris Film Dokumenter ‘Rudal di Atas Bazan’ Setelah Debut dalam Bahasa Ibrani

Qassem menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Senin, sehari setelah laporan bahwa delegasi Hamas telah melakukan perjalanan ke Kairo, Mesir, untuk berunding dengan mediator gencatan senjata. Mesir, Amerika Serikat, dan Qatar telah menjadi mediator antara Hamas dan Israel, dan membantu mengamankan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober.

Juru bicara tersebut mengonfirmasi kunjungan delegasi ke Kairo, dengan mengatakan bahwa mereka membahas pelanggaran Israel yang sedang berlangsung.

“Pelanggaran Israel yang terus berlanjut dapat merusak perjanjian gencatan senjata, sebuah poin yang dijelaskan gerakan tersebut kepada para mediator dalam perundingan Kairo,” ujarnya dalam siaran pers yang dimuat oleh The Palestine Chronicle.

Qassem menambahkan bahwa kehadiran delegasi Hamas di Kairo menunjukkan komitmen gerakan tersebut terhadap gencatan senjata dan kesiapan untuk melangkah ke fase perjanjian berikutnya yang lebih kompleks.

“Fase kedua perjanjian ini kompleks, dan kami telah memenuhi apa yang dituntut dari kami, sementara Israel terus melakukan pelanggaran dan pelanggaran,” ujarnya.

Gencatan senjata ini merupakan fase pertama dari rencana yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza dan membawa perdamaian “permanen” ke wilayah tersebut.

Dalam fase pertama, Hamas diharuskan membebaskan sekitar 50 tawanan Israel yang tersisa—hidup atau mati—dengan imbalan Israel menghentikan serangan dan melonggarkan pembatasan pengiriman bantuan ke Gaza.

Baca juga: Badai Banjiri Tempat Penampungan di Gaza, Kondisi Memburuk Akibat Blokade Israel

Hamas sejauh ini telah membebaskan 20 tawanan yang masih hidup dan menyerahkan jenazah 25 dari 28 tawanan lainnya. Hamas mengatakan pengambilan jenazah tambahan telah tertunda karena kurangnya peralatan untuk menyaring puing-puing. Namun, Israel mengatakan tidak akan memulai negosiasi fase kedua sampai mereka menerima jenazah yang tersisa. Tahap kedua mencakup, antara lain, pengerahan pasukan stabilisasi internasional di Gaza.

Sementara itu, Israel terus melancarkan serangan di Gaza, menewaskan sedikitnya 300 warga Palestina akibat penembakan dan penembakan di seluruh wilayah tersebut, menurut Kantor Media Pemerintah Gaza.

Para pejabat di Gaza juga mengatakan, dari 600 truk bantuan yang disetujui untuk memasuki wilayah tersebut setiap hari, kurang dari sepertiganya yang diizinkan masuk.

Sisa-sisa Perang yang Mematikan

Para pejabat Gaza juga telah menyuarakan kritik keras atas persenjataan yang belum meledak dan sisa-sisa perang lainnya, yang menurut mereka terus memakan korban jiwa yang besar.

Menurut Tim Pertahanan Sipil Gaza, seorang anak tewas dan beberapa lainnya terluka di Kota Gaza pada hari Senin akibat ledakan yang disebabkan oleh sisa-sisa tersebut.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, meminta lembaga-lembaga internasional terkait untuk bekerja sama dalam segera membersihkan sisa-sisa perang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *