Al-Quds, Purna Warta – Sebuah surat kabar Zionis, dengan menyoroti peran media-media yang berafiliasi dengan Benjamin Netanyahu dalam membenarkan berbagai bencana politik dan kegagalannya, menulis bahwa Israel pada akhirnya akan membayar harga atas kegagalan-kegagalan tersebut.
Menurut laporan kantor berbahasa Ibrani Haaretz menulis bahwa Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, telah mempertaruhkan segalanya dan akhirnya kalah.
Surat kabar tersebut menyatakan bahwa Israel akan menanggung akibat dari kegagalan Netanyahu dalam perang melawan Iran serta ketergantungannya pada Donald Trump dan pemerintahannya. Meskipun demikian, sebuah sistem media dan politik masih terus mendukungnya.
Haaretz menambahkan bahwa sistem propaganda tersebut tidak hanya terbatas pada pembelaan terhadap Netanyahu, tetapi juga berupaya mengalihkan tanggung jawab darinya dan menyalahkan pihak-pihak lain. Hal ini menghambat pertanggungjawaban publik atas keputusan dan kebijakan yang diambilnya.
Menurut Haaretz, Netanyahu berhasil mempertahankan basis politiknya bahkan setelah berbagai peristiwa yang digambarkan surat kabar itu sebagai “kegagalan yang katastrofik”. Hal ini dimungkinkan karena ia telah membangun sebuah sistem propaganda terpadu yang menafsirkan ulang krisis dan kegagalan sebagai hasil konspirasi atau tekanan eksternal, alih-alih menganggapnya sebagai kegagalan langsung Netanyahu dan kebijakan-kebijakannya yang keliru.
Surat kabar tersebut menegaskan bahwa sistem ini, yang terdiri dari saluran televisi dan radio pendukungnya serta jaringan media sosial, memainkan peran penting dalam mempertahankan posisinya.
Haaretz juga mencatat bahwa pendekatan ini terlihat dalam cara penanganan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, di mana Trump, para penasihatnya, dan sejumlah tokoh lainnya dijadikan pihak yang disalahkan, sementara citra Netanyahu sebagai pemimpin yang mampu mengelola hubungan dengan Washington tetap dipertahankan.
Menurut Haaretz, kontradiksi dalam wacana politik dan media Netanyahu serta para pendukungnya merupakan bagian dari suatu mekanisme kerja yang terintegrasi, yang memungkinkan penyajian berbagai narasi secara bersamaan. Pola ini memungkinkan Netanyahu mempertahankan basis dukungannya bahkan setelah Serangan 7 Oktober 2023 dan berlanjutnya berbagai krisis yang silih berganti.


