Gubernur California Serukan Pemberian Syarat terhadap Bantuan Militer AS untuk Rezim Israel

Kalifornia

Washington, Purna Warta – Gubernur California Gavin Newsom menyerukan agar bantuan militer Amerika Serikat kepada rezim Israel diberikan dengan sejumlah persyaratan.
“Bantuan harus disertai persyaratan,” kata Newsom dalam wawancara dengan Washington Examiner pada Sabtu. Ia tengah berkampanye di New Hampshire menjelang pemilihan paruh waktu bulan depan dan kemungkinan pencalonannya dalam pemilihan presiden 2028.
Ia mengatakan bahwa bantuan AS harus mendukung prinsip-prinsip hak asasi manusia, termasuk melalui penerapan kerangka hukum Leahy. Aturan federal yang ditetapkan pada 1997 tersebut melarang pemerintah AS memberikan pendanaan kepada unit militer asing yang terkait dengan “informasi yang kredibel” mengenai pelanggaran berat hak asasi manusia.
Newsom juga mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas berbagai kekejaman yang dilakukan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, kejahatan yang dilakukan Netanyahu telah menyebabkan rezim pendudukan Israel mengalami isolasi internasional secara menyeluruh.
“Bibi Netanyahu telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam mengisolasi dirinya sendiri dari seluruh dunia dan, semakin hari, juga dari rakyat Amerika. Kerusakan yang telah ditimbulkannya tidak terhitung besarnya,” ujar Newsom.
Politikus tersebut juga menyebut perang genosida Israel yang masih berlangsung di Gaza sebagai sebuah “bencana moral”.
Pernyataan Newsom muncul di tengah meningkatnya penolakan dari Partai Demokrat terhadap pemberian senjata dan amunisi AS kepada rezim Israel.
Mayoritas senator dari Partai Demokrat, serta lebih dari 100 anggota Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS, telah memberikan suara mendukung penghentian pasokan persenjataan Amerika Serikat kepada Tel Aviv.
Sebelumnya, Gubernur California itu juga mengecam Netanyahu atas meningkatnya kekejaman terhadap warga Palestina dan menyebut Israel sebagai rezim “apartheid”.
Politikus California tersebut turut mengecam Presiden Donald Trump karena memerintahkan tindakan represif terhadap demonstrasi anti-ICE (Immigration and Customs Enforcement atau Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS) di Los Angeles pada 2025.
Newsom menyamakan tindakan Trump dengan tindakan seorang “diktator” dalam menghadapi demonstrasi anti-ICE yang berlangsung di berbagai wilayah Amerika Serikat.
Dalam unggahannya di platform X pada Juni 2015, Newsom menulis bahwa Trump “menghasut dan memprovokasi kekerasan, menciptakan kekacauan besar-besaran, mempersenjatai kota-kota dengan kekuatan militer, serta menangkap lawan-lawan politiknya. Ini adalah tindakan seorang diktator, bukan seorang presiden.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *