Gaza Gelar Pemakaman bagi 75 Warga Palestina yang Jenazahnya Ditemukan di Bawah Reruntuhan

Penguburan1

Al-Quds, Purna Warta – Ratusan warga Palestina berkumpul di Kota Gaza untuk memakamkan jenazah 75 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, yang baru-baru ini berhasil ditemukan dari reruntuhan rumah-rumah yang hancur akibat perang genosida Israel di Gaza. Sementara itu, tim pencarian dan evakuasi terus berupaya menemukan ribuan orang yang diyakini masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan.
Prosesi pemakaman dimulai di depan Klub Olahraga Daraj sebelum jenazah dimakamkan di Pemakaman Syekh Radwan. Jenazah yang dibungkus dengan bendera Palestina tersebut telah diperlihatkan pada Sabtu malam agar keluarga yang berduka dapat memberikan penghormatan terakhir. Sebagian besar korban berasal dari kawasan Daraj, di bagian timur laut Kota Gaza.
Abdullah al-Majdalawi, Direktur Hubungan Masyarakat dan Media Pertahanan Sipil Gaza, mengatakan bahwa jenazah-jenazah tersebut telah ditemukan selama beberapa pekan terakhir dari sejumlah rumah yang hancur di kawasan timur laut Kota Gaza.
Ia menjelaskan bahwa bangunan-bangunan tersebut dibom ketika para penghuninya masih berada di dalam rumah pada bulan-bulan awal agresi brutal Israel. Para korban berasal dari sekitar 20 keluarga Palestina, termasuk warga yang mengungsi dan berlindung di rumah-rumah tersebut.
Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa sebagian besar jenazah yang ditemukan merupakan perempuan dan anak-anak yang berada di dalam rumah ketika bangunan-bangunan itu menjadi sasaran serangan.
Upaya pencarian dan evakuasi masih menghadapi hambatan serius akibat kekurangan alat berat dan peralatan penting. Pertahanan Sipil Gaza memperkirakan bahwa lebih dari 8.000 warga Palestina masih hilang dan tertimbun di bawah reruntuhan di seluruh wilayah Gaza yang diblokade.
Tahap kedua operasi pencarian Pertahanan Sipil, yang dimulai pada Juli, menyasar rumah-rumah dan bangunan yang hancur di seluruh Kota Gaza serta sebagian wilayah Gaza utara dan tengah. Pada tahap pertama, yang dimulai pada November 2025, tim berhasil menemukan 333 jenazah. Sementara itu, jenazah ratusan korban lainnya masih belum dapat dijangkau karena keterbatasan sumber daya.
Skala kehancuran yang terjadi membuat upaya pencarian dan evakuasi menjadi sangat sulit. Menurut Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), sekitar 200.000 bangunan di Gaza telah rusak atau hancur.
Pihak berwenang Palestina juga menuduh Israel gagal memenuhi komitmen berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Komitmen tersebut mencakup ketentuan mengenai masuknya alat berat yang diperlukan untuk membersihkan reruntuhan dan mengevakuasi jenazah.
Menurut otoritas kesehatan Palestina, lebih dari 74.000 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 175.000 lainnya terluka sejak Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada Oktober 2023.
Diperkirakan sekitar 8.000 jenazah masih tertimbun di bawah reruntuhan di seluruh Jalur Gaza. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah melaporkan kehancuran infrastruktur sipil secara luas di wilayah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *