Genewa, Purna Warta – Euro-Med, organisasi hak asasi manusia internasional tersebut menyatakan bahwa Israel memanfaatkan suhu dingin musim dingin untuk menambah penderitaan rakyat Palestina di Gaza. Euro-Med menegaskan bahwa Gaza menghadapi bencana yang mengancam dalam waktu dekat seiring datangnya musim dingin, yang dapat menyebabkan runtuhnya ratusan rumah rusak dan menimpa para penghuninya.
Menurut laporan itu, cuaca musim dingin dan curah hujan secara signifikan meningkatkan risiko runtuhnya bangunan-bangunan yang struktur konstruksinya telah melemah akibat pengeboman serta ketiadaan perbaikan dan penguatan apa pun. Euro-Med menyerukan agar bantuan berupa hunian sementara dan perlengkapan tempat tinggal segera diizinkan masuk ke wilayah Gaza tanpa penundaan.
Euro-Med menjelaskan bahwa warga sipil di Gaza dipaksa memilih antara tetap tinggal di rumah yang bisa runtuh sewaktu-waktu atau berlindung di tenda-tenda yang sama sekali tidak mampu melindungi mereka dari dingin dan hujan musim dingin.
Lembaga tersebut menegaskan bahwa Israel menggunakan pengepungan terhadap Gaza sebagai instrumen dalam genosida yang sedang berlangsung, dengan menciptakan kondisi kehidupan yang mematikan dan secara langsung menargetkan warga sipil. Pencegahan masuknya bahan-bahan tempat tinggal dan hunian sementara, menurut Euro-Med, bertujuan menghancurkan lingkungan permukiman Gaza dan menghapus kebutuhan dasar demi memaksa penduduknya meninggalkan wilayah tersebut.
Sementara itu, sebuah organisasi amal internasional juga membunyikan peringatan serius terkait langkah-langkah baru Israel mengenai pendaftaran organisasi non-pemerintah (LSM) internasional di wilayah Palestina yang diduduki.
Doctors Without Borders (MSF) pada Senin memperingatkan bahwa aturan baru Israel terkait pendaftaran LSM internasional dapat menyebabkan ratusan ribu warga Gaza kehilangan akses terhadap layanan kesehatan yang menyelamatkan nyawa pada tahun 2026. MSF menyatakan bahwa kegagalan mematuhi prosedur tersebut akan menghalangi banyak organisasi, termasuk MSF sendiri, untuk memberikan layanan esensial kepada warga Palestina di Gaza.
Menurut MSF, berdasarkan aturan baru Israel, rezim tersebut dapat mencabut pendaftaran banyak LSM internasional mulai 1 Januari. Organisasi itu menekankan bahwa ketiadaan lembaga kemanusiaan independen dan berpengalaman, di tengah kehancuran luas sistem kesehatan Gaza, akan menjadi sebuah “bencana nyata”.
MSF mendesak otoritas Israel untuk memastikan bahwa LSM internasional dapat terus menjalankan respons kemanusiaan mereka secara independen dan tidak memihak di Gaza. Organisasi itu menekankan bahwa respons kemanusiaan di wilayah yang dilanda perang tersebut sudah sangat terbatas dan tidak mampu menanggung “pembongkaran lebih lanjut”.
Militer Israel telah menewaskan sedikitnya 70.937 warga Palestina—sebagian besar perempuan dan anak-anak—serta melukai 171.192 lainnya di Gaza sejak Oktober 2023.


