Dokter Lintas Batas: Israel Telah Membunuh 300 Warga Palestina Sejak Mulai Gencatan Senjata

Sozmon

Al-Quds, Purna Warta – Pada Jumat, Médecins Sans Frontières (MSF) / Dokter Lintas Batas menyatakan bahwa gelombang baru kekerasan Israel dalam serangkaian serangan terhadap warga Palestina di Gaza telah menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai lebih dari 760 lainnya sejak 11 Oktober, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.

Baca juga: Maariv: Tel Aviv Sedang Kehilangan Kendali dan Sistem Keamanan Israel Mengalami Keruntuhan

Organisasi tersebut mengecam pertumpahan darah akibat serangan udara Israel di Gaza dan menyerukan perlindungan bagi seluruh warga sipil, tenaga kesehatan, serta fasilitas medis.

Menurut Kantor Media Pemerintah di Jalur Gaza, sejak diberlakukannya perjanjian gencatan senjata pada 11 Oktober hingga 19 November (19–27 Mehr), pasukan pendudukan Israel telah melakukan 393 pelanggaran gencatan senjata yang telah didokumentasikan.

Gelombang serangan rezim Israel ke Jalur Gaza yang dimulai dua hari lalu telah menyebabkan setidaknya 28 orang gugur.

Dokter Lintas Batas juga mencatat bahwa mulai Rabu, tim medisnya telah menangani perempuan dan anak-anak yang menderita patah tulang serta luka tembak di tangan, kaki, dan kepala.

Organisasi tersebut melaporkan bahwa tim medis yang bertugas di klinik darurat Rumah Sakit Kamal Adwan, Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza, serta Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, telah merawat sedikitnya enam pasien—termasuk seorang remaja 15 tahun dan seorang laki-laki berusia 71 tahun—yang terluka akibat serangan udara dan tembakan Israel.

Menurut MSF, banyak korban lainnya dirawat oleh tim Kementerian Kesehatan di fasilitas tersebut serta oleh staf Rumah Sakit Al-Ahli di Kota Gaza.

Baca juga: HAM: Israel Melakukan ‘Eksekusi Sistematis’ Terhadap Tahanan Palestina

Setelah dua tahun perang dan teror tanpa henti, warga Palestina kini hidup dalam kondisi pengungsian, kelelahan, dan menghadapi musim dingin yang keras tanpa kebutuhan dasar, di tengah serangan sporadis Israel di seluruh Jalur Gaza.

MSF kembali menegaskan seruannya untuk melindungi semua warga sipil, tenaga kesehatan, dan fasilitas medis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *