Al-Quds, Purna Warta – Ratusan warga Israel menggelar aksi demonstrasi menentang kabinet yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu dan memblokir sejumlah jalan utama di Tel Aviv.
Menurut laporan yang dikutip dari Pusat Informasi Palestina, harian Israel Yedioth Ahronoth menyebutkan bahwa aksi protes tersebut terus meluas dan berlangsung di beberapa wilayah. Para demonstran menuntut perubahan kabinet serta menjamin integritas dan transparansi pemilu mendatang.
Pemilihan parlemen (Knesset) dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober mendatang. Kelompok oposisi dan para rival politik Netanyahu berupaya mengakhiri dominasi politiknya yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Survei terbaru yang dirilis oleh Saluran 12 televisi Israel menunjukkan bahwa apabila pemilu diselenggarakan dalam kondisi saat ini, partai-partai oposisi bersama partai-partai Arab berpotensi memperoleh 69 dari total 120 kursi Knesset.
Berdasarkan hasil survei tersebut, Partai Likud yang dipimpin Netanyahu tetap berada di posisi pertama dengan 22 kursi. Namun, koalisi pendukung pemerintahan saat ini diperkirakan hanya akan memperoleh 51 kursi, jauh di bawah mayoritas parlemen.
Survei itu juga menunjukkan tren peningkatan dukungan bagi partai-partai oposisi. Partai Maa yang dipimpin Naftali Bennett diperkirakan meraih 20 kursi dan berada di posisi kedua. Jumlah yang sama diproyeksikan diperoleh Partai Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot.
Sementara itu, Partai The Democrats yang dipimpin Yair Golan diperkirakan memperoleh 11 kursi. Partai Shas dan Partai Otzma Yehudit yang dipimpin Itamar Ben-Gvir masing-masing diproyeksikan meraih 9 kursi.
Selain itu, Partai Yisrael Beiteinu yang dipimpin Avigdor Lieberman diperkirakan memperoleh 8 kursi, sedangkan Partai United Torah Judaism diproyeksikan meraih 7 kursi.


