Al-Quds, Purna Warta – Delegasi dari Hamas yang dipimpin oleh Mousa Abu Marzouk mengadakan pertemuan dan pembicaraan dengan Georgy Borisenko di kantor Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow.
Delegasi tersebut juga dihadiri oleh Dr. Maher Salah, anggota biro politik Hamas, Dr. Iyad Abu Zaher, perwakilan Hamas di Moskow, serta Mohammed Al-Aylah, Sekretaris Kantor Hubungan Internasional Hamas.
Menurut pernyataan resmi Hamas, pertemuan tersebut mencakup konsultasi politik yang mendalam mengenai perkembangan proses perundingan dan posisi Hamas terhadapnya, serta upaya-upaya untuk menyatukan langkah internasional guna mengakhiri perang secara menyeluruh dan menangani dampaknya terhadap rakyat Palestina.
Dalam pertemuan itu, delegasi Hamas menyampaikan kepada pihak Rusia rincian mengenai situasi di Jalur Gaza, Yerusalem, dan Tepi Barat, termasuk berbagai perkembangan yang menurut Hamas berkaitan dengan kebijakan dan tindakan Israel di wilayah-wilayah tersebut.
Para pemimpin Hamas menegaskan komitmen penuh gerakan tersebut untuk mempertahankan keberlangsungan gencatan senjata dengan tujuan mengakhiri penderitaan rakyat Palestina. Mereka juga menegaskan dukungan terhadap hak-hak yang mereka anggap sah bagi rakyat Palestina, termasuk hak menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara Palestina yang merdeka. Selain itu, kedua pihak bertukar pandangan mengenai perkembangan terbaru di kawasan.
Sementara itu, Georgy Borisenko menegaskan kembali posisi Russia yang mendukung hak-hak rakyat Palestina. Ia juga menyampaikan keinginan Moskow untuk mendorong jalur perundingan guna mencapai keamanan dan stabilitas, serta mempertahankan komunikasi dan hubungan dengan Hamas.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia tersebut turut menjelaskan kepada delegasi Hamas mengenai berbagai upaya diplomatik yang dilakukan negaranya untuk mencegah pecahnya kembali perang serta menciptakan prospek politik yang dinilai adil bagi penyelesaian isu Palestina.
Pada akhir pertemuan, delegasi Hamas menyampaikan apresiasi atas upaya diplomatik Rusia serta peran yang dimainkan Moskow dalam mendukung perjuangan dan aspirasi rakyat Palestina.


