Bagaimana Media Ibrani Memandang Formula Deterensi Iran?

Ibri

Al-Quds, Purna Warta – Laporan dan analisis yang diterbitkan oleh media Ibrani belakangan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan politik dan militer “Israel” terkait berkembangnya kemampuan deterensi Iran, serta meningkatnya pengaruhnya terhadap persamaan perang di kawasan.

Dalam konteks ini, surat kabar “Maariv” dalam bahasa Ibrani mengutip penilaian yang menyebutkan bahwa pengalaman yang dijalani “Israel” selama tahun lalu menunjukkan bahwa Iran dan Hizbullah memiliki tingkat ketahanan yang tinggi serta kemampuan untuk menahan tekanan militer. Hal ini menjadikan keduanya di antara musuh paling sulit untuk ditundukkan atau dipatahkan kemauan tempurnya.

Surat kabar tersebut menambahkan bahwa realitas ini menempatkan institusi keamanan “Israel” menghadapi tantangan yang semakin besar, seraya memperingatkan bahwa kelanjutan konfrontasi dengan parameter saat ini dapat mengarah pada perang atrisi jangka panjang yang menimbulkan biaya kumulatif baik di front internal maupun militer.

Dalam arah yang sama, surat kabar “Haaretz” mengungkapkan adanya kekhawatiran yang meningkat di dalam militer Israel terkait keberhasilan Iran dalam menerapkan konsep “penyatuan medan perang”.

Surat kabar itu mengutip seorang perwira di tentara pendudukan yang menyatakan bahwa Teheran secara bertahap berhasil menanamkan formula baru yang membuat setiap gerakan militer Israel di Lebanon atau di medan lainnya menjadi bagian dari pertempuran regional yang saling terhubung. Hal ini dapat membatasi kebebasan gerak Israel dan memengaruhi kemampuannya untuk mengambil keputusan militer secara mandiri dan cepat.

Pihak militer Israel, menurut “Haaretz”, juga memperingatkan bahwa kelanjutan kebijakan saat ini dapat menyebabkan terkikisnya daya deterensi entitas tersebut, seiring dengan meningkatnya kemampuan poros perlawanan untuk menetapkan aturan keterlibatan baru yang lebih kompleks.

Perkiraan yang semakin meningkat dalam media Ibrani ini menunjukkan adanya kesadaran yang tumbuh di dalam “Israel” bahwa deterensi Iran tidak lagi terbatas pada kemampuan militer langsung, tetapi juga bertumpu pada jaringan persamaan regional yang memberlakukan batasan yang semakin besar terhadap pilihan militer dan politik “Israel” di lebih dari satu medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *