Gaza, Purna Warta – Seruan semakin meningkat bagi otoritas sepak bola dunia untuk menangguhkan rezim Israel dari semua kompetisi seiring meningkatnya kemarahan atas perang mematikan yang terjadi di Gaza.
Baca juga: Trump Dorong Rencana Perdamaian Gaza Saat Perang Israel Berlanjut
Turki pada hari Jumat menjadi anggota UEFA pertama yang secara terbuka menuntut pengusiran Israel dari sepak bola. Presiden Federasi Sepak Bola Turki, Ibrahim Haciosmanoglu, mendesak FIFA dan UEFA untuk bertindak, menyatakan bahwa sudah waktunya bagi para pemimpin sepak bola untuk menghadapi kebrutalan Israel.
Pada hari yang sama, 48 atlet profesional mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan UEFA untuk menangguhkan Israel. Kelompok tersebut termasuk gelandang Prancis Paul Pogba dan pemain kriket Inggris Moeen Ali, yang berbicara di bawah bendera Atlet untuk Perdamaian.
“Sebagai atlet profesional dengan beragam latar belakang, keyakinan, dan kepercayaan, kami percaya olahraga harus menjunjung tinggi prinsip keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
“Kami, para penandatangan Athletes 4 Peace, menyerukan UEFA untuk segera menangguhkan Israel dari semua kompetisi hingga negara tersebut mematuhi hukum internasional dan mengakhiri pembunuhan warga sipil serta kelaparan yang meluas,” lanjutnya.
Para atlet juga mengutip pembunuhan Suleiman al-Obeid, “Pele Palestina” yang legendaris, yang menurut Asosiasi Sepak Bola Palestina dibunuh bulan lalu ketika pasukan Israel menyerang warga sipil yang menunggu bantuan pangan di Gaza selatan.
Israel telah menjadi anggota UEFA sejak 1994, setelah dikeluarkan dari Konfederasi Sepak Bola Asia dua dekade sebelumnya dalam sebuah langkah yang dipimpin oleh Kuwait dan didukung oleh negara-negara Arab. Israel hanya mencapai satu Piala Dunia putra, pada tahun 1970, ketika gagal memenangkan satu pertandingan pun.
Baca juga: Proyek Bandara Ramon Israel Runtuh Akibat Serangan Yaman
Amerika Serikat telah bergerak cepat untuk melindungi Israel. Pada hari Kamis, Departemen Luar Negeri berjanji untuk memblokir segala upaya pelarangan tim Israel dari Piala Dunia.
UEFA dapat melarang Israel dari kompetisi Eropa, tetapi tidak dapat memblokir kualifikasi yang diselenggarakan FIFA. Presiden FIFA Gianni Infantino, yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden AS Donald Trump, tampaknya tidak akan mendukung penangguhan tersebut. Ia akan memimpin rapat dewan FIFA di Zurich, Kamis depan.


