Abu Ubaidah: Rakyat Palestina Tidak Akan Menerima Kehinaan dan Penindasan

Abu Ubaidah

Al-Quds, Purna Warta – Juru bicara militer Brigade Izzuddin Al-Qassam, Abu Ubaidah menyatakan bahwa rakyat Palestina adalah bangsa yang hidup dan tidak akan pernah menerima kehinaan maupun penindasan.

Menurut laporan Pusat Informasi Palestina yang dikutip oleh Kantor Berita Mehr, Abu Ubaidah, juru bicara militer Brigade Syuhada Izzuddin Al-Qassam—sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas—menyampaikan penghormatan kepada Kota Jenin dan para pejuangnya atas keberhasilan mereka melancarkan serangan terhadap pasukan pendudukan Israel di kawasan Al-Jabariyat.

Dalam pesan yang diunggah melalui Telegram, Abu Ubaidah mengatakan bahwa pihaknya menyampaikan salam dan penghormatan kepada Jenin serta para pejuang yang menurutnya berhasil memberikan pukulan kepada pasukan musuh di lingkungan Al-Jabariyat, meskipun kota tersebut sedang menghadapi serangan besar-besaran.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya operasi terhadap pasukan pendudukan dan keteguhan warga Tepi Barat dalam menghadapi serangan para pemukim terhadap harta benda mereka menunjukkan bahwa rakyat Palestina adalah bangsa yang hidup, yang tidak menerima kehinaan maupun penindasan.

Juru bicara Brigade Al-Qassam tersebut menegaskan bahwa meningkatnya tekanan terhadap rakyat Palestina akan mengarah pada meledaknya situasi, bukan pada penyerahan diri rakyat Palestina yang menurutnya tetap teguh mempertahankan kebebasannya.

Beberapa waktu sebelumnya, militer Israel secara resmi mengonfirmasi bahwa seorang perwira militernya mengalami luka berat akibat ledakan bom pinggir jalan di Jenin, Tepi Barat. Militer Israel juga menyatakan bahwa seorang prajurit lainnya mengalami luka ringan dalam insiden tersebut.

Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam Hamas pada Kamis juga menyambut operasi anti-Israel di Tepi Barat yang mengakibatkan sejumlah personel militer Israel terluka.

Dalam pernyataannya, Hamas menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari meningkatnya aktivitas perlawanan di Tepi Barat dan sebagai bukti tekad rakyat Palestina untuk terus melanjutkan perjuangan menghadapi musuh, serta menolak untuk diam atau menyerah terhadap serangan dan rencana yang dijalankan oleh pihak pendudukan.

Hamas juga menegaskan bahwa tindakan Israel seperti pembunuhan, penangkapan, penggerebekan, penghancuran dan penyitaan rumah, serta kebijakan yang disebut sebagai upaya “Yudaisasi”, tidak akan memberikan keamanan maupun stabilitas bagi Israel. Menurut Hamas, tindakan tersebut justru akan meningkatkan kemarahan rakyat Palestina dan memperkuat operasi perlawanan.

Gerakan tersebut menyatakan bahwa perlawanan Palestina tidak pernah mengabaikan perannya dalam melindungi rakyat Palestina dan membela hak-hak mereka.

Pada akhir pernyataannya, Hamas kembali menekankan pentingnya memperkuat berbagai sarana dan bentuk perlawanan yang dianggap dapat menghadapi pendudukan. Hamas juga menyerukan peningkatan solidaritas di berbagai tingkat untuk menghadapi tantangan yang menargetkan Tepi Barat, serta mendukung keteguhan masyarakat setempat di tengah operasi militer Israel dan serangan para pemukim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *