Al-Quds, Purna Warta – Di tengah meningkatnya serangan timbal balik antara Lebanon dan Israel, pasukan perlawanan memperluas operasi mereka sebagai respons terhadap meningkatnya serangan yang dilakukan Tel Aviv.
Menurut laporan Al Mayadeen yang dikutip Kantor Berita Mehr, pesawat tempur Israel melanjutkan serangan udara terhadap wilayah luas di kota-kota dan permukiman yang berada di Lebanon selatan, serta kawasan Baalbek di bagian timur negara tersebut.
Beberapa waktu sebelumnya, pesawat tempur Israel dilaporkan menyerang daerah yang terletak di antara permukiman Tayr Debba dan Maarakeh.
Sumber-sumber Lebanon juga melaporkan adanya serangan udara Israel terhadap kawasan perbukitan di sekitar kota Nahleh, yang berada di wilayah Baalbek.
Koresponden Al Mayadeen di Lembah Bekaa melaporkan bahwa serangan udara kedua yang dilakukan Israel dalam beberapa jam terakhir juga menargetkan dataran tinggi di sekitar Nahleh, Baalbek. Selain itu, pesawat tempur Israel juga menyerang kota Al-Abbasiyah di Lebanon selatan.
Sementara itu, koresponden Al Mayadeen di Lebanon selatan melaporkan bahwa pesawat tempur Rezim pendudukan menyerang kota Zibqin di wilayah Tyre (Sur).
Al Mayadeen juga melaporkan adanya serangan pesawat nirawak (drone) Israel di kawasan Al-Housh yang terletak di wilayah Tyre.
Menurut sumber-sumber Lebanon, pesawat tempur Israel juga melancarkan beberapa serangan udara terhadap Kota Nabatieh.
Militer Israel, sambil mengklaim memiliki kendali operasional atas kawasan Wadi Al-Salouqi di Lebanon selatan, juga melancarkan serangan udara terhadap desa Majdal Zoun dan Jibchit.
Operasi Hizbullah dan Klaim Tewasnya 30 Tentara Israel
Di sisi lain, kelompok perlawanan Lebanon berhasil menjatuhkan sebuah drone Israel di kawasan perbukitan Nahleh. Setelah operasi tersebut, pesawat tempur Israel dilaporkan dua kali menyerang lokasi yang sama.
Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah Lebanon mengumumkan bahwa para pejuangnya telah menembak jatuh sebuah drone jenis IAI Heron 1 milik militer Israel di wilayah udara Nahleh, Bekaa, menggunakan rudal khusus.
Dalam pernyataan lain, Perlawanan Islam Lebanon menyatakan bahwa mereka telah menyerang pangkalan Jal Al-Hammar yang berada di selatan permukiman Al-Adaisseh menggunakan dua drone bunuh diri.
Militer Israel mengumumkan bahwa sejak awal Maret lalu, sebanyak 30 personel militer Israel, baik perwira maupun prajurit, telah tewas. Selain itu, sebanyak 1.302 personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Jumlah Korban Lebanon Meningkat
Dalam perkembangan terkait, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa sejak 2 Maret hingga saat ini, serangan Israel terhadap Lebanon telah menyebabkan sekitar 3.711 warga Lebanon tewas dan 11.483 lainnya mengalami luka-luka.
Catatan: Informasi mengenai jumlah korban dan keberhasilan operasi militer dalam laporan ini berasal dari pernyataan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. Data tersebut dapat berbeda dengan laporan dari sumber independen atau pihak lainnya.


