NAZA Sebuah Film Dokumenter Tentang Gaza Memuncaki Box Office Di Italia

film dokumenter

Purna Warta – NAZA, sebuah film dokumenter pemenang penghargaan yang disusun berdasarkan kesaksian tentara dan petugas intelijen Israel mengenai pembunuhan massal warga sipil Palestina oleh Israel  di Gaza, telah menempati posisi puncak box office Italia pada penayangan perdananya, mengungguli penayangan ulang Avengers Endgame: Encore.

Film dokumenter berdurasi 80 menit yang disutradarai oleh pembuat film peraih Oscar, Yuval Abraham dan Rachel Szor, serta diproduksi oleh The Guardian memenangkan Penghargaan Juri Khusus di Festival Film Venesia bulan ini, menyusul pemutaran perdana yang memicu tepuk tangan meriah selama 25 menit, sebuah rekor yang mengesankan.

Menurut The Guardian, film ini meraup pendapatan sebesar €451.872 pada hari Senin saat peluncurannya dan mencapai sekitar €1,1 juta pada akhir hari Selasa, dibandingkan dengan €356.000 yang diperoleh Avengers Endgame: Encore dalam periode yang sama.

 

Antusiasme Tinggi Membuat Film Ini Melebihi Jadwal Tayang

Awalnya, pihak bioskop menjadwalkan penayangan film dokumenter berdurasi 80 menit ini selama tiga hari. Namun, antusiasme penonton yang tinggi dan ruang pemutaran yang selalu penuh mengubah rencana tersebut. Lebih dari 150 bioskop di seluruh Italia telah memperpanjang masa tayangnya dan diperkirakan akan lebih banyak lagi bioskop yang melakukan hal serupa.

“Selama bioskop bersedia menayangkannya, NAZA akan terus diputar,” ujar Andrea Romeo, pendiri I Wonder Pictures, kepada La Repubblica.

Sebagian penonton mengibarkan bendera Palestina dan memberikan tepuk tangan saat pemutaran film. Suasana berbeda terasa di Tibur, sebuah bioskop kecil di kawasan San Lorenzo, Roma, yang menayangkan film ini di kedua ruang pemutarannya. “Suasana hening menyelimuti bioskop sepanjang film. Bahkan saat film berakhir, tidak ada seorang pun yang berbicara,” kata Marco, salah satu staf di sana. Pihak Tibur telah memutuskan untuk memperpanjang masa tayang film ini setidaknya selama satu minggu lagi.

 

Menjangkau Khalayak Luas Di Luar Kalangan Aktivis

Simone Gialdini, ketua asosiasi pemilik bioskop Anec, mengatakan bahwa tingkat kehadiran penonton sebagian mencerminkan tema politik film tersebut serta keinginan para aktivis “untuk mengirimkan sinyal kuat mengenai situasi mengerikan yang telah berlarut-larut selama bertahun-tahun.”

Ia menambahkan bahwa penontonnya berasal dari berbagai kalangan usia, termasuk mereka yang biasanya tidak menonton film semacam ini. “Mereka adalah penonton yang paham apa yang akan mereka saksikan dan sadar akan tragedi yang sedang kita alami,” ujarnya kepada La Repubblica.

 

Tentara Israel Memaparkan Sistem Penargetan Berbasis AI

Disutradarai oleh pembuat film peraih Oscar, Yuval Abraham dan Rachel Szor, film NAZA memenangkan Penghargaan Juri Khusus di Festival Film Venesia bulan ini. Pemutaran perdananya di sana disambut dengan tepuk tangan meriah selama 25 menit, sebuah rekor dalam festival tersebut.

Film ini didasarkan pada penuturan 24 tentara dan petugas intelijen Israel yang semuanya dirahasiakan identitasnya mengenai sistem pengawasan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk memilih target di Gaza.

Judul film ini diambil dari akronim yang digunakan intelijen Israel sebagai eufemisme untuk menyebut perkiraan jumlah warga sipil yang akan tewas dalam suatu serangan.

Abraham dan Szor merekam kesaksian tersebut secara diam-diam di atap gedung di Tel Aviv, dengan mengacu pada laporan jurnalistik yang diterbitkan antara tahun 2023 dan 2025 oleh The Guardian, +972 Magazine dan Local Call.

 

Peluncuran global Dan ancaman terhadap para sutradara

Film ini akan mulai ditayangkan di lebih dari 50 wilayah dalam satu bulan ke depan. Film ini tayang perdana di New York pada hari Rabu dan akan mulai diputar secara luas di seluruh Amerika Serikat pada tanggal 9 Oktober.

Selanjutnya, film ini dapat ditonton secara gratis di theguardian.com mulai pertengahan November.

Saat penayangan perdana di Amerika Utara pada hari Sabtu, para sutradara menanggapi ancaman dari pejabat Israel untuk mencabut kewarganegaraan mereka akibat film tersebut. Szor mengatakan kepada penonton, “Negara kami berupaya keras untuk menyembunyikan sistem-sistem ini.” Ia menambahkan bahwa topik ini merupakan “dunia yang bahkan tidak terbuka bagi publik Israel sendiri.”

Abraham menyatakan bahwa kejahatan-kejahatan yang ditampilkan dalam film tersebut terus berlangsung “karena itulah yang dilakukan negara kami dan karena apa yang didukung serta didanai oleh negara Anda.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *