Kim Jong Un: Korea Utara Mampu Menghancukan Korea Selatan Jika Terancam, Namun Pintu Dialog Masih Terbuka

Purna Warta – Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara mengklaim bahwa negaranya yang memiliki senjata nuklir mampu menghancurkan Korea Selatan sepenuhnya jika keamanan mereka terancam, menekankan keengganannya untuk bekerja sama dengan Korea Selatan, ujar media lokal. Namun, ia membiarkan pintu dialog dengan Washington tetap terbuka.

Baca juga: Perdana Menteri India Berjanji Untuk Berdiri Bersama Israel

Retorika Kim Jong Un terhadap Korea Selatan beberapa tahun belakangan menjadi lebih tajam dan menggarisbawahi penolakannya terhadap diplomasi antar-Korea. Para pakar mengatakan bahwa ini belum tentu menimbulkan konflik militer, namun hal tersebut disengaja dalam rangka memajukan upaya yang lebih luas untuk menegaskan posisi regionalnya yang didukung oleh persenjataan nuklir dan relasi dengan Moskow dan Beijing.

Media lokal juga mengatakan bahwa Kim Jong Un memerintahkan pengembangan sistem senjata-senjata baru untuk menyokong militernya yang sudah memiliki nuklir, termasuk rudal-rudal balistik antar-benua yang bisa diluncurkan dari bawah air dan juga mengembangkan persenjatan nuklir mereka seperti artileri dan rudal jarak dekat untuk menargetkan Korea Selatan.

Kongres Partai Pekerja Korea Utara yang mengakhiri 7 hari rangkaian acaranya pada hari Rabu lalu di Pyongyang, Ibukota Korea Utara adalah ajang politik yang paling signifikan dan dengan penampilan yang diatur dengan teliti dalam rangka menunjukkan kehebatan dari kepemimpinan Kim Jon Un di hadapan ribuan delegasi.

Dilaporkan bahwa dalam ajang tersebut senjata-senjata terbesar Kim Jong Un tidak dipamerkan dalam sebuah parade besar, termasuk ICBM yang berpotensi mencapai Amerika. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Kim Jong Un tidak sedang mencari permusuhan dengan Amerika dalam waktu dekat menjelang adanya kemungkinan dialog dengan Amerika.

Baca juga: Kim Jong Un Berjanji Untuk Meningkatkan Program Senjata Nuklirnya

Prospek relasi Amerika-Korea Utara “sepenuhnya bergantung pada sikap Amerika” ujar Kim. “Baik itu akan berupa hidup berdampingan secara damai atau konfrontasi permanen, kita siap untuk segalanya, dan pilihan tidak di tangan kami” lanjutnya.

Korea Utara sudah berulangkali menolak ajakan Washington dan Seoul untuk melanjutkan upaya diplomasi yang bertujuan untuk menghambat program nuklir mereka yang terhenti pada 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *