Rabat, Purna Warta – Kendati Idul Adha masih cukup lama, Raja Muhammad VI meminta umat muslim Maroko untuk tidak menyembelih kambing dalam perayaan Idul Adha yang akan datang tahun ini karena minimnya pasokan kambing yang diakibatkan 6 tahun kemarau.
Baca juga: Kolombia Hadapi Kekerasan Terparah Sejak Puluhan Tahun Terakhir
Permintaan Raja Maroko tersebut disampakan pada hari Rabu lalu oleh Menteri Urusan Islami, Ahmed Toufiq. Ia membaca surat Raja yang disiarkan melalui saluran TV nasional. Kesulitan ekonomi dan krisis cuaca menjadi alasan meningkatnya harga ternak dan krisis ternak di negara Afrika Utara tersebut.
“Melakukannya (sembelih kambing Idul Adha) hanya akan menimbulkan bahaya nyata terhadap banyak elemen masyarakat, khususnya mereka yang memilki pendapatan kecil” tulis Raja Maroko.
Permintaan Raja Maroko kali ini adalah yang pertama kali sejak 29 tahun yang lalu. Raja Hassan II, pendahulu Raja Muhammad VI pada masa pemerintahannya mengedarkan permintaan yang sama bahkan tiga kali selama masa jabatannya. Yang pertama di masa peperangan, kedua di masa kekeringan dan ketiga ketika IMF memerintahkan dihentikannya subsidi makanan di negara tersebut.
Baca juga: Thailand Deportasi Puluhan Warga Uyghur ke Cina
Idul Adha yang tahun ini jatuh pada bulan Juni merupakan sebuah acara tahunan umat muslim yang ditandai dengan acara penyembelihan hewan-hewan kurban dalam rangka meneladani Nabi Ibrahim As yang diceritakan dalam Al-Qur’an.
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah Swt dalam rangka menguji Nabi Ibrahim As memerintahkan beliau untuk menyembelih putra semata wayang yang sangat dicintainya itu. Nabi Ibrahim As dengan sedih menjalankan perintah tersebut, namun sebelum beliau menyembelih putranya, Allah Swt memuji tindakannya dan memberikannya kambing untuk disembelih dan menjadikan hari itu sebagai hari besar merayakan keberhasilan beliau melalui ujian tuhan untuk menjadi hamba pilihan.


