Uni Eropa: Perang Timur Tengah Bukan Perang Kami

Eropa

Brussels, Purna Warta – Menurut laporan pemberitaan, Kallas menyerukan agar dicari cara untuk keluar dari perang di Timur Tengah alih-alih memperburuk konflik, dan menambahkan:
“Perang ini bukan milik Eropa, tetapi secara langsung menempatkan kepentingan Eropa dalam bahaya.”

Laporan surat kabar El País menyebutkan bahwa pernyataan Kallas disampaikan sebelum KTT Dewan Uni Eropa, di mana 27 negara anggota berkumpul di ibu kota Belgia untuk pertama kalinya sejak dimulainya krisis Timur Tengah dan perang agresif Amerika Serikat serta rezim Israel terhadap Iran.

José Manuel Albares, Menteri Luar Negeri Spanyol, juga memperingatkan risiko kekacauan akibat meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut dan menekankan perlunya persatuan anggota Uni Eropa. Ia menegaskan bahwa perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran bersifat sepihak dan merupakan pelanggaran jelas hukum internasional.

Kronologi Konflik

Menurut IRNA, agresi militer bersama AS dan Israel terhadap Republik Islam Iran dimulai pada pagi tanggal 28 Februari 2026. Serangan ini terjadi meski sedang berlangsung negosiasi tidak langsung antara Iran dan AS dengan mediasi beberapa negara regional.

Sebagai respons atas agresi militer bersama tersebut, Iran memberikan tanggapan yang tegas, terukur, dan proporsional, menargetkan:

Posisi militer dan keamanan Israel di berbagai kota Palestina yang diduduki.

Basis dan pusat penempatan pasukan AS di kawasan.

Serangan balasan Iran menggunakan rudal presisi, drone, dan serangan udara, sebagai bagian dari hak pertahanan diri yang sah menurut hukum internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *