Moskow, Purna Warta – Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia mendukung upaya Iran untuk menjaga kedaulatan dan kepentingannya di tengah meningkatnya ancaman dari Amerika Serikat.
Baca juga: Laporan: Penahanan Anak Melonjak di bawah Kampanye Deportasi Trump
Putin menyampaikan pernyataan tersebut dalam pesan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Sabtu (14/2/2026), bertepatan dengan peringatan 47 tahun Revolusi Islam Iran.
Dalam pesan ucapan selamatnya, Putin menyatakan bahwa hubungan antara Iran dan Rusia bersifat bersahabat dan didasarkan pada prinsip bertetangga baik.
Ia menambahkan bahwa Rusia mendukung langkah-langkah Iran untuk melindungi kedaulatan dan kepentingan sahnya serta untuk menjamin keamanan nasional di tengah situasi internasional yang sulit saat ini.
Presiden Rusia itu juga menyatakan keyakinannya bahwa kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Tehran akan terus diperkuat secara bertahap.
Putin turut mendoakan kesuksesan bagi Pezeshkian serta kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Iran.
Pada 6 Februari, Iran dan Amerika Serikat mengadakan putaran baru perundingan nuklir tidak langsung di ibu kota Oman, Muscat.
Perundingan tersebut berlangsung di tengah peningkatan signifikan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan, yang memicu kekhawatiran akan kemungkinan konfrontasi militer dengan Republik Islam.
Pada saat yang sama, sejumlah kelompok berbasis di AS yang memiliki kedekatan dengan Israel mendorong penerapan langkah-langkah yang lebih keras terhadap Tehran.
Baca juga: Warganet Kecam Sekutu Eropa Israel karena Targetkan Albanese
Namun, organisasi anti-perang memperingatkan bahwa konfrontasi lain akan membawa dampak yang sangat merugikan, dengan menunjuk pada Perang 12 Hari pada Juni 2025 sebagai contoh nyata.
Pada 13 Juni 2025, Israel melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil, militer, dan nuklir Iran, yang menewaskan para komandan senior dan ilmuwan nuklir pada jam-jam pertama serangan tersebut.


