Putin: BRICS Adalah Pilar Utama Arsitektur Global

Moskow, Purna Warta – Rusia dan Tiongkok bekerja sama untuk memperkuat peran blok ekonomi BRICS dalam membentuk urusan global dan mereformasi sistem keuangan internasional agar tidak dapat digunakan sebagai instrumen diskriminasi dan neokolonialisme, ujar Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca juga: Warga Mauritania Menuntut Pengusiran Duta Besar Pendukung Rezim Israel

Dalam wawancara dengan Xinhua yang diterbitkan menjelang kunjungan kenegaraannya ke Tiongkok, Putin memuji kerja sama antara Moskow dan Beijing dalam format multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, G20, dan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) – dan khususnya “di dalam BRICS untuk memperluas perannya sebagai pilar utama arsitektur global,” lapor RT.

“Kami bersatu dalam memperkuat kemampuan BRICS untuk mengatasi tantangan global yang mendesak, berbagi pandangan yang sama tentang keamanan regional dan internasional, dan mengambil sikap bersama melawan sanksi diskriminatif yang menghambat pembangunan sosial-ekonomi anggota BRICS dan dunia pada umumnya,” ujar Presiden Rusia.

Menurut Putin, Rusia dan Tiongkok berkomitmen untuk mereformasi Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia guna menciptakan “sistem keuangan baru yang berbasis pada keterbukaan dan keadilan sejati, menyediakan akses yang setara dan non-diskriminatif terhadap perangkatnya bagi semua negara, dan mencerminkan posisi nyata negara-negara anggota dalam ekonomi global.”

Presiden mencatat bahwa kedua negara “memiliki kepentingan bersama yang luas dan pandangan yang sangat mirip tentang isu-isu fundamental,” dengan visi bersama untuk membangun “tatanan dunia multipolar yang adil, dengan fokus pada negara-negara Mayoritas Global.”

Baca juga: Lonjakan Kebakaran Misterius dan Pemadaman Listrik Picu Ketakutan di Palestina Selatan yang Diduduki

Kunjungan resmi Putin ke Tiongkok akan berlangsung dari 31 Agustus hingga 3 September, dimulai dengan KTT SCO di Tianjin, dilanjutkan dengan acara Hari Kemenangan di Beijing. Putin akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Xi Jinping, serta pemimpin anggota pendiri BRICS lainnya, Perdana Menteri India Narendra Modi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *