Paris, Purna Warta – Ratusan orang berkumpul di pusat kota Paris pada hari Senin untuk mengecam genosida Israel dan bencana kelaparan yang sengaja diorganisir di Gaza, mengecam rezim Zionis karena melakukan kejahatan perang dengan keterlibatan pemerintah Barat. Para demonstran berkumpul di Place Saint-Michel menyusul seruan dari Asosiasi Solidaritas Palestina Prancis (AFPS) dengan slogan: “Hentikan genosida di Gaza dan bencana kelaparan yang terorganisir! Sanksi terhadap Israel!”
Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menuduh pemerintah Prancis dan Uni Eropa memfasilitasi kejahatan Israel dengan menolak memberlakukan gencatan senjata atau sanksi.
“Mari kita kecam keterlibatan pemerintah Prancis dan Uni Eropa, yang menolak memberlakukan gencatan senjata dan sanksi, sehingga membiarkan Israel terus melanggar hukum internasional hari demi hari, dengan impunitas penuh,” demikian pernyataan AFPS.
Asosiasi tersebut menyoroti kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan warga Palestina dari apa yang disebutnya pembantaian dan kelaparan, menuntut sanksi terhadap Israel dan dimulainya kembali penerimaan mahasiswa Gaza di universitas-universitas asing.
“Kata-kata tidak lagi cukup, pemerintah Prancis harus segera mengambil sanksi politik, diplomatik, dan ekonomi terhadap Israel dan berhenti menyerang mereka yang mengecam genosida yang sedang berlangsung dan kejahatan Israel,” tegasnya.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 62.000 warga Palestina di Gaza, meninggalkan daerah kantong yang terkepung itu dalam reruntuhan dan mendorong penduduknya ke dalam kelaparan.
November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Perang Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Israel juga dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional atas perang yang sedang berlangsung di Gaza.


