Beirut, Purna Warta – Analis Lebanon, Khalil Nasrallah, menyalahkan AS karena sengaja merusak hubungan regional demi kepentingannya sendiri. Ia mengecam campur tangannya dalam perjanjian keamanan Iran-Irak dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan mengganggu stabilitas kawasan dan merugikan rakyatnya.
Baca juga: Pelapor HAM PBB: Israel Sengaja Membunuh Jurnalis di Gaza
Teheran, IRNA – Khalil Nasrallah, seorang analis Lebanon yang spesialis urusan Asia Barat, mengatakan bahwa Washington berusaha merusak hubungan antarnegara di kawasan untuk mencapai tujuannya sendiri.
Menanggapi komentar intrusif AS tentang penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara Baghdad dan Teheran baru-baru ini, Nasrallah mengatakan bahwa AS bertujuan untuk mengganggu hubungan regional demi mencapai kepentingannya, sebagaimana dilaporkan oleh Rasid News Network pada hari Rabu.
Ia menekankan, “Irak menandatangani MoU keamanan dengan Iran berdasarkan kepentingan nasionalnya.”
“Amerika Serikat bersedia menyabotase hubungan antarnegara demi mengamankan kepentingan mereka sendiri, merusak keamanan dan stabilitas kawasan kami dan negara-negara di sekitarnya, yang membawa malapetaka bagi rakyat di kawasan ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Tammy Bruce, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, bereaksi terhadap penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara Baghdad dan Teheran. Ia menambahkan, “Amerika Serikat mendukung kedaulatan Irak yang sejati, bukan hukum yang akan menjadikan Irak negara sekutu Iran.”
Baca juga: Video Rekam Serangan Drone Israel yang Tewaskan Seorang Gadis Palestina saat Membawa Air
Sementara itu, dalam sebuah pernyataan, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Baghdad mengecam sikap intervensionis AS terkait hubungan bilateral Iran-Irak, dengan menekankan, “Pernyataan yang dibuat oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS yang menentang MoU kerja sama Iran-Irak mencerminkan upaya berkelanjutan para pembuat kebijakan Amerika untuk menebar perpecahan di antara negara-negara tetangga dan negara-negara Muslim.”


