Kabul, Purna Warta – Setidaknya lima orang dipastikan tewas dalam gelombang baru bencana terkait hujan di Afghanistan selama 48 jam terakhir, kata Otoritas Manajemen Bencana Nasional negara itu pada Sabtu.
Menurut Hafiz Mohammad Yusuf Hammad, juru bicara pihak berwenang, korban jiwa diakibatkan oleh banjir bandang, badai hebat, dan tanah longsor di provinsi Kabul, Zabul, Kandahar, Samangan, Takhar, Nangarhar, Laghman, dan Kunar.
Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan properti, menghancurkan atau merusak sebagian 30 rumah tempat tinggal, menghanyutkan lebih dari 60 km jalan pedesaan, dan menggenangi 225 hektar lahan pertanian di provinsi yang terkena dampak, tambah Hammad, Xinhua melaporkan.
Sejak akhir Maret, hujan deras yang tiada henti, banjir bandang berturut-turut, dan badai dahsyat telah merenggut lebih dari 314 nyawa, termasuk perempuan dan anak-anak, sementara menyebabkan hampir 400 lainnya terluka, menurut statistik resmi.


