Purna Warta – Dmitry Medvedev pada sabtu (24/02) menyatakan bahwa Moskow akan membalas barat setelah mengumumkan sejumlah sanksi baru terhadap Rusia. Sanksi terbaru itu menyasar 500 target di Rusia baik individu maupun kelompok dan perusahaan. Diantara yang terkena sanksi adalah sistem kartu Mir Credit, sebuah sistem yang dibuat oleh Rusia dalam rangka menghindari bisnis berbasis dolar.
“Alasan ini (sanksi) sangat jelas, semakin warga Rusia kesulitan maka semakin baik bagi dunia barat” kata Dmitry Medvedev di media sosial, ia juga menambahkan “kita harus ingat ini dan membalas mereka sebisa mungkin. Mereka adalah musuh kita”.
Baca juga: Kehancuran Menanti Amerika Jika Biden Menang Pilpres Lagi
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev meminta Rusia untuk menciptakan kesulitan ekonomi untuk barat dan memicu ketidakpuasan publik terhadap kebijakan mereka. Ia menyatakan bahwa Rusia harus menjalankan aktivitas internal mereka sekiranya tak bisa dibahas di publik. Perlu diperhatikan bahwa sanksi ini dijatuhkan bertepatan dengan peringatan 2 tahun berjalannya konflik Ukraina-Rusia.
Rangkaian sanksi ini bertujuan untuk membatasi kemampuan mliter Rusia. Total terdapat 194 target militer yang dijatuhkan sanksi. 106 individu yang termasuk menteri pertahanan Rusia itu sendiri dan 88 kelompok. Lebih dari 140 perusahaan dan individu pelaku bisnis industri-militer juga terkena dampaknya. Industri-militer yang mencakupi pembuatan drone, anti pesawat tempur, kendaraan militer dan komponen canggih lainnya.


