Bangkok, Purna Warta – Thailand telah mendekati India untuk mencari dukungan agar negara tersebut dapat bergabung dengan BRICS sebagai anggota penuh, demikian diumumkan Kementerian Luar Negeri Thailand.
Baca juga: Tepi Barat di Ambang Pemberontakan setelah Serangan Ganda terhadap Pasukan Israel
Hal ini disampaikan setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow dan mitranya dari India Subrahmanyam Jaishankar.
“Menteri luar negeri meminta dukungan India untuk kepentingan Thailand dalam bergabung dengan BRICS selama masa kepemimpinan India di BRICS pada tahun 2026,” demikian pernyataan tersebut, lapor TASS.
“Kedua pihak juga membahas isu-isu kebijakan luar negeri dalam konteks tantangan geopolitik saat ini. Thailand menegaskan kembali kesiapannya untuk bekerja sama dengan India dalam berbagai format multilateral guna memperkuat integrasi regional,” catat Kementerian Luar Negeri.
Pada Juni 2024, Thailand memberi tahu Rusia, negara ketua BRICS, tentang niatnya untuk menjadi anggota penuh. Pada Desember tahun lalu, Thailand menerima pemberitahuan dari Rusia tentang aksesi kerajaan tersebut ke BRICS sebagai negara mitra yang berlaku efektif 1 Januari 2025. Bangkok menerima undangan Moskow untuk menjadi negara mitra, menyebut langkah ini krusial dalam perjalanan untuk bergabung dengan asosiasi sebagai anggota penuh di masa mendatang.
BRICS didirikan pada tahun 2006. Pada tahun 2011, Afrika Selatan bergabung dengan kelompok awal—Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok. Mesir, Iran, Uni Emirat Arab, dan Etiopia menjadi anggota penuh pada 1 Januari 2024. Indonesia bergabung dengan BRICS pada 6 Januari 2025. Malaysia menjadi negara mitra BRICS pada 1 Januari 2025. Pada saat yang sama, Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Thailand, Uganda, dan Uzbekistan menerima status ini. Nigeria bergabung dengan mereka pada 17 Januari, dan Vietnam pada 14 Juni.


